Era Digitalisasi Buku Telah Tiba


Korea Selatan merencanakan digitalisasi buku-buku teks untuk sekolah dasar pada tahun 2015 nanti. 

Dilaporkan eschoolnews.com,  buku tebal dan memberatkan  pundak siswa bisa menghilang di Korea Selatan dalam empat tahun, karena pemerintah  Korea Selatan berusaha untuk mengkonversi buku teks (kertas) ke dalam versi digital pada tahun 2015. 


Buku teks yang telah digitalisasi tersebut bisa digunakan untuk belajar dengan perantara smartphone, tablet PC, dan televisi pintar. 

Semua siswa sekolah dari segala usia akan dapat melihat dan menggunakan isi dari buku teks yang ada dengan perantara beberapa gadget tersebut di atas. Selain itu, Kementerian Pendidikan Korea Selatan juga akan mengadakan tes akademis  nasional secara online.

Departemen Pendidikan Korea Selatan juga akan mendigitalisasi bahan pembatu untuk belajar (suplemen) dan sistem belajar dua arah. Jadi tidak hanya buku teks, suplemen dan sistem belajar dua arah yang melibatkan aktivitas siswa juga akan digitalisasi. 

Bagi penyandang cacat, pemerintah Korea Selatan juga akan menyediakan buku digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Rencana lainnya adalah untuk meningkatkan jumlah kelas online yang memungkinkan siswa tetap bisa belajar walaupun terhalang oleh kondisi cuaca yang buruk atau karena sakit.

Berbeda dengan di Indonesia yang hanya menyediakan buku digital tanpa suatu perangkat yang bisa digunakan untuk memanfaatkan buku digital tersebut secara langsung, pemerintah Korea Selatan sekaligus merencanakan jenis gadget apa yang cocok untuk program digitalisasi buku teks ini. 

Lebih berbeda lagi  program ebook di Indonesia tersebut akhirnya juga harus dicetak sesuatu yang sangat berbeda dengan yang direncanakan pemerintah Korea Selatan. 

Tidak tanggung-tangung, pemerintah Korea Selatan menganggarkan 2,4 miliar dollar AS untuk membeli apakah komputer PC, smartphone atau tablet. Di sini terjadi keraguan apakah akan menggunakan komputer PC, smartphone atau tablet. Jika tablet yang dipilih apakah itu iPad atau Samsung Galaxy Tab buatan produsen asal Korea Selatan, Samsung.

Keputusan pemerintah Korea Selatan untuk melakukan digitalisasi buku teks ini kembali memunculkan debat lama, yaitu apakah siswa belajar lebih baik dengan buku teks (kertas) atau buku teks yang ada di layar (on screen).

Pertanyaan yang juga kurang lebih sama, yaitu apakah bila nantinya diputuskan untuk memakai smartphone, form factor smartphone yang kecil apakah cukup efektif dibandingkan buku teks yang sebenarnya yang memiliki halaman yang sangat luas.

Sebuah penelitian yang dilakukan Kno menunjukkan bahwa para siswa membutuhkan  suatu alat yang bisa mereproduksi buku teks secara full size tanpa kompromi. Dengan demikian, upaya untuk menjejalkan buku teks ke layar  yang lebih kecil dan  mengganti buku teks dengan e-book seperti DX Kindle adalah kesalahan.

Berangkat dari hal ini Kno kemudian mencipatkan sebuah alat pembaca ebook dengan layar seluas 14,1 inchi dengan berat 5,5 kilogram. Diharapkan dengan alat ini bentuk asli buku teks dapat ditampilkan dan proses belajar dengan buku digital menjadi lebih efektif.
13097030421821582011
Samsung, sumber:bgr.com
Namun melihat berat alat ini, tentu saja usaha untuk mengurangi berat pada pundak siswa karena membawa buku menjadi tidak kesampaian. Kemungkinan besar pemerintah Korea Selatan akan memutuskan Samsung Galaxy Tab sebagai gadget untuk buku teks yang telah digitaslisasi ini. 

Hal in tidak lain karena tingkat portabilitas yang tinggi dan berat gadget ini yang sangat ringan. Jika hal ini benar tentu saja merupakan rezeki nomplok bagi perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Sumber: technologyreview.com, endgadget.com, eschoolnews.com

Read this | Baca yang ini



Widget by [ Tips Blogger ]

0 comments:

Post a Comment

 
hostgator coupon