Tragedi Trisakti 12 Mei 1998

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Saatku Patah Hati

Patah hati. Momen terburuk yang pasti dialami hampir setiap orang yang pernah jatuh cinta. Inilah ceritaku saat patah hati.

Info UMB 2011

Musim ujian masuk tahun ini telah datang. Ada berbagai jalur yang disediakan oleh masing-masing universitas, ada yang melalui SNMPTN Undangan, SNMPTN Tertulis, Ujian Lokal, ataupun Ujian Masuk Bersama.

Galeri Foto Final Liga Champions 2010/2011

arcelona mengukuhkan dirinya sebagai raja Eropa setelah mengalahkan Manchester United 3-1 di final Liga Champions. Stadion New Wembley menjadi saksi bisu kedigdayaan tim catalan malam itu. Berikut beberapa foto pertandingan tadi malam

Bersiaplah Menghadapi SIMAK UI

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baru saja usai. Lebih dari 500 ribu pelajar dari berbagai pelosok nusantara bersaing untuk merebut bangku perguruan tinggi negeri (PTN)

Showing posts with label Historia. Show all posts
Showing posts with label Historia. Show all posts

Tragedi Trisakti 12 Mei 1998


Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.


Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada. 
pahlawan reformasi

Latar Belakang
Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998, yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju gedung DPR/MPR pada pukul 12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri--militer datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 17.15 para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.

Satuan pengamanan yang berada dilokasi pada saat itu adalah Brigade Mobil Kepolisian RI, Batalyon Kavaleri 9, Batalyon Infanteri 203, Artileri Pertahanan Udara Kostrad, Batalyon Infanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam seta Pasukan Bermotor. Mereka dilengkapi dengan tameng, gas air mata, Styer, dan SS-1.

Pada pukul 20.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam.

Kronologis kejadian
10.30 -10.45
Aksi damai civitas akademika Universitas Trisakti yang bertempat di pelataran parkir depan gedung M (Gedung Syarif Thayeb) dimulai dengan pengumpulan segenap civitas Trisakti yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pejabat fakultas dan universitas serta karyawan. Berjumlah sekitar 6000 orang di depan mimbar.

10.45-11.00
Aksi mimbar bebas dimulai dengan diawali acara penurunan bendera setengah tiang yang diiringi lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan bersama oleh peserta mimbar bebas, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta sejenak sebagai tanda keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan rakyatIndonesia sekarang ini. 

11.00-12.25
Aksi orasi serta mimbar bebas dilaksanakan dengan para pembicara baik dari dosen, karyawan maupun mahasiswa. Aksi/acara tersebut terus berjalan dengan baik dan lancar.

12.25-12.30
Massa mulai memanas yang dipicu oleh kehadiran beberapa anggota aparat keamanan tepat di atas lokasi mimbar bebas (jalan layang) dan menuntut untuk turun (long march) ke jalan dengan tujuan menyampaikan aspirasinya ke anggota MPR/DPR. Kemudian massa menuju ke pintu gerbang arah Jl. Jend. S. Parman.

12.30-12.40
Satgas mulai siaga penuh (berkonsentrasi dan melapis barisan depan pintu gerbang) dan mengatur massa untuk tertib dan berbaris serta memberikan himbauan untuk tetap tertib pada saat turun ke jalan.

12.40-12.50
Pintu gerbang dibuka dan massa mulai berjalan keluar secara perlahan menuju Gedung MPR/DPR melewati kampus Untar.

12.50-13.00
Long march mahasiswa terhadang tepat di depan pintu masuk kantor Walikota Jakarta Barat oleh barikade aparat dari kepolisian dengan tameng dan pentungan yang terdiri dua lapis barisan.

13.00-13.20
Barisan satgas terdepan menahan massa, sementara beberapa wakil mahasiswa (Senat Mahasiswa Universitas Trisakti) melakukan negoisasi dengan pimpinan komando aparat (Dandim Jakarta Barat, Letkol (Inf) A Amril, dan Wakapolres Jakarta Barat). Sementara negoisasi berlangsung, massa terus berkeinginan untuk terus maju. Di lain pihak massa yang terus tertahan tak dapat dihadang oleh barisan satgas samping bergerak maju dari jalur sebelah kanan. Selain itu pula masyarakat mulai bergabung di samping long march.

13.20-13.30
Tim negoisasi kembali dan menjelaskan hasil negoisasi di mana long march tidak diperbolehkan dengan alasan oleh kemungkinan terjadinya kemacetan lalu lintas dan dapat menimbulkan kerusakan. Mahasiswa kecewa karena mereka merasa aksinya tersebut merupakan aksi damai. Massa terus mendesak untuk maju. Dilain pihak pada saat yang hampir bersamaan datang tambahan aparat Pengendalian Massa (Dal-Mas) sejumlah 4 truk.

13.30-14.00
Massa duduk. Lalu dilakukan aksi mimbar bebas spontan di jalan. Aksi damai mahasiswa berlangsung di depan bekas kantor Wali Kota Jakbar. Situasi tenang tanpa ketegangan antara aparat dan mahasiswa. Sementara rekan mahasiswi membagikan bunga mawar kepada barisan aparat. Sementara itu pula datang tambahan aparat dari Kodam Jaya dan satuan kepolisian lainnya.

14.00-16.45
Negoisasi terus dilanjutkan dengan komandan (Dandim dan Kapolres) dengan pula dicari terobosan untuk menghubungi MPR/DPR. Sementara mimbar terus berjalan dengan diselingi pula teriakan yel-yel maupun nyanyian-nyanyian. Walaupun hujan turun massa tetap tak bergeming. Yang terjadi akhirnya hanya saling diam dan saling tunggu. Sedikit demi sedikit massa mulai berkurang dan menuju ke kampus.
Polisi memasang police line. Mahasiswa berjarak sekitar 15 meter dari garis tersebut.

16.45-16.55
Wakil mahasiswa mengumumkan hasil negoisasi di mana hasil kesepakatan adalah baik aparat dan mahasiswa sama-sama mundur. Awalnya massa menolak tapi setelah dibujuk oleh Bapak Dekan FE dan Dekan FH Usakti, Adi Andojo SH, serta ketua SMUT massa mau bergerak mundur.

16.55-17.00
Diadakan pembicaraan dengan aparat yang mengusulkan mahasiswa agar kembali ke dalam kampus. Mahasiswa bergerak masuk kampus dengan tenang. Mahasiswa menuntut agar pasukan yang berdiri berjajar mundur terlebih dahulu. Kapolres dan Dandim Jakbar memenuhi keinginan mahasiswa. Kapolres menyatakan rasa terima kasih karena mahasiswa sudah tertib. Mahasiswa kemudian membubarkan diri secara perlahan-lahan dan tertib ke kampus. Saat itu hujan turun dengan deras.
Mahasiswa bergerak mundur secara perlahan demikian pula aparat. Namun tiba-tiba seorang oknum yang bernama Mashud yang mengaku sebagai alumni (sebenarnya tidak tamat) berteriak dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor ke arah massa. Hal ini memancing massa untuk bergerak karena oknum tersebut dikira salah seorang anggota aparat yang menyamar.

17.00-17.05
Oknum tersebut dikejar massa dan lari menuju barisan aparat sehingga massa mengejar ke barisan aparat tersebut. Hal ini menimbulkan ketegangan antara aparat dan massa mahasiswa. Pada saat petugas satgas, ketua SMUT serta Kepala kamtibpus Trisakti menahan massa dan meminta massa untuk mundur dan massa dapat dikendalikan untuk tenang. Kemudian Kepala Kamtibpus mengadakan negoisasi kembali dengan Dandim serta Kapolres agar masing-masing baik massa mahasiswa maupun aparat untuk sama-sama mundur.

17.05-18.30
- Ketika massa bergerak untuk mundur kembali ke dalam kampus, di antara barisan aparat ada yang meledek dan mentertawakan serta mengucapkan kata-kata kotor pada mahasiswa sehingga sebagian massa mahasiswa kembali berbalik arah. Tiga orang mahasiswa sempat terpancing dan bermaksud menyerang aparat keamanan tetapi dapat diredam oleh satgas mahasiswa Usakti.

- Pada saat yang bersamaan barisan dari aparat langsung menyerang massa mahasiswa dengan tembakan dan pelemparan gas air mata sehingga massa mahasiswa panik dan berlarian menuju kampus. Pada saat kepanikan tersebut terjadi, aparat melakukan penembakan yang membabi buta, pelemparangas air mata dihampir setiap sisi jalan, pemukulan dengan pentungan dan popor, penendangan dan penginjakkan, serta pelecehan seksual terhadap para mahasiswi. Termasuk Ketua SMUT yang berada diantara aparat dan massa mahasiswa tertembak oleh dua peluru karet dipinggang sebelah kanan.

- Kemudian datang pasukan bermotor dengan memakai perlengkapan rompi yang bertuliskan URC mengejar mahasiswa sampai ke pintu gerbang kampus dan sebagian naik ke jembatan layang Grogol. Sementara aparat yang lainnya sambil lari mengejar massa mahasiswa, juga menangkap dan menganiaya beberapa mahasiswa dan mahasiswi lalu membiarkan begitu saja mahasiswa dan mahasiswi tergeletak di tengah jalan. Aksi penyerbuan aparat terus dilakukan dengan melepaskan tembakkan yang terarah ke depan gerbang Trisakti. Sementara aparat yang berada di atas jembatan layang mengarahkan tembakannya ke arah mahasiswa yang berlarian di dalam kampus.

- Lalu sebagian aparat yang ada di bawah menyerbu dan merapat ke pintu gerbang dan membuat formasi siap menembak dua baris (jongkok dan berdiri) lalu menembak ke arah mahasiswa yang ada di dalam kampus. Dengan tembakan yang terarah tersebut mengakibatkan jatuhnya korban baik luka maupun meninggal dunia. Yang meninggal dunia seketika di dalam kampus tiga orang dan satu orang lainnya di rumah sakit beberapa orang dalam kondisi kritis. Sementara korban luka-luka dan jatuh akibat tembakan ada lima belas orang. Yang luka tersebut memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

- Aparat terus menembaki dari luar. Puluhan gas air mata juga dilemparkan ke dalam kampus.









Sejarahmu Kini Nottingham Forest


Ketika saya membaca juara-juara Liga Champions, saya menemukan klub bernama Nottingham Forest. Memang, saya pernah mengetahui perihal klub ini. Bagi yang baru saja menyukai sepakbola, tentu klub ini jad bahan tertawaan. Namun, sebenarnya klub ini adalah raja inggris pada masa lampau. Hal ini menarik perhatian saya dan  Kemudian saya pun menggoogling untuk mengetahui bagaimana perkembangan klub ini sebenarnya.


Nottingham Forest adalah juara Eropa dua kali berturut-turut (1979, 1980). Forest adalah bagian dari hegemoni sepakbola Inggris di kancah Piala Champions dari awal hingga pertengahan dekade 1980an, sebelum terjadinya tragedi memilukan di Stadion Heysel,Brussel, Belgia pada final Piala Champions 1985 antara Liverpool dan Juventus; tragedi yang membuat sepakbola Inggris “terasingkan” selama enam tahun dari kompetisi antarklub Eropa. Bersama Liverpool dan Aston Villa, Forest mendominasi Eropa dengan bergantian meraih juara Piala Champions.

Era 1990an dan dekade pertama 2000an adalah masa yang suram bagi klub yang bermarkas di Stadion City Ground, kota Nottingham ini. Semenjak mengalami degradasi dari divisi teratas liga Inggris Forest tak kunjung berhasil kembali. Musim ini Nottingham Forest sedang berjuang dalam kompetisi liga Inggris tingkat II, Championship Division. Musim lalu hampir saja naik ke Premier League namun kandas pada laga krusial.
1302860129695658905
Juara Eropa

Telah sekian lama para pecinta dan penggemar setia Nottingham Forest menunggu dan kurun waktu hampir dua dekade ini kiranya cukup lama untuk sebuah penantian. Kini mungkin saatnya Forest bangkit dan kembali berkiprah pada tingkat tertinggi kompetisi liga Inggris. Nottingham Forest bukanlah Manchester United, Chelsea, Arsenal, Liverpool, atau Manchester City yang gaungnya menggema saat ini, namun mereka menuliskan cerita dengan tinta emas dalam sejarah sepakbola Eropa sebagai satu klub yang menjadi juara Eropa dua kali berturut-turut.

Nottingham Forest adalah juara:
Divisi I (Sekarang Premier League): 1978
Divisi II (Sekarang Championship Division): 1907, 1922, 1998
Divisi III: 1951
Football Alliance: 1892
Piala FA: 1898 dan 1959
Piala Liga: 1978, 1979, 1989, 1990
Community Shield (dulu Charity Shield): 1978
Full Members Cup: 1989 dan 1992
Piala Champions: 1979 dan 1980
Piala Super Eropa: 1979
Piala Anglo-Scottish: 1977
Piala Brian Clough: 2009, 2010, 2011
Piala Dallas: 2002
Football League Centenary Tournament: 1988
Turnamen Nuremberg: 1982
Trofeo Colombino: 1982

dari berbagai sumber

In Memoriam, Kurt Cobain


1302244528855780915
Kemarin tepat tujuh belas tahun yang lalu, tepat nya tanggal 8 April 1994, jenazah motor dari group band legendaris, Nirvana, Kurt Cobain, ditemukan oleh Gary Smith, seorang pegawai Veca Electric, di sebuah ruangan di atas garasi rumah nya di daerah Lake, Washington.


Setelah di lakukan otopsi, di perkirakan Cobain, sudah meninggal sejak tanggal 5 April, karena bunuh diri, dengan meledakan kepala nya sendiri, menggunakan senjata api.

Kurt Donald Cobain, di lahirkan pada tanggal 20 Februari 1967, di Rumah Sakit Grays Harbor, Aberdeen, Washington, dari rahim seorang ibu bernama Wendy Elizabeth, seorang wanita cantik berdarah campuran, Jerman, Irlandia, Skotlandia, dan Inggris, yang mewariskan kecantikan nya, pada wajah tampan sang anak. Sedangkan ayah nya Donald Leland Cobain, merupakan pria berdarah campuran Skotlandia, Irlandia, dan Perancis. Selain Kurt, pasangan itu, juga melahirkan seorang anak perempuan, yang merupakan adik dari Kurt, bernama Kimberly, yang lahir pada tahun 1970.
13022287382100290015
Ketika meninggal Cobain, berusia 27 tahun, yang berarti menambah deretan musisi rock terkenal yang meninggal pada usia yang sama, sehingga ada klub bagi para musisi rock yang meninggal pada usia 27 tahun, dengan nama “Forever 27″. Anggotanya adalah, Jimmy Hendrix, Jim Morrison, Janis Joplin, Brian Jones, dan terakhir Kurt Cobain.

Ibunda Cobain, Wendy, yang mengetahui keberadaan klub itu, sebelum anak nya di temukan meninggal, sudah mewanti-wanti agara tidak bergabung dengan “klub konyol” , itu. Tetapi, apa daya seruan sang Ibu, tidak bisa menahan persaan yang berkecamuk di hati, dan kepala sang anak, sehingga sang anak tetap melakukan bunuh diri, dan bergabung dengan klub itu, sebagai anggota terbaru.
Kedua orang tua Kurt, bercerai ketika dirinya berusia delapan tahun. Setelah percerain itu, Kurt, lebih banyak bersama sang Ibu, dan sang adik.
1302230645487423756
Perceraian itu membawa trauma bagi Kurt, sehingga dirinya tumbuh sebagai anak yang pendiam, dan lebih suka menggoreskan sesuatu pada kertas, yang berwujud gambar.

Perkenalan Kurt, pada dunia musik terjadi, ketika bibi nya Mari, memberikan nya rekaman album The Beatles. Cobain, langsung tertarik dengan gaya bernyanyi, Jhon Lennon, dan menjadikan The Beatles, sebagai salah satu group favorit nya, selain Led Zepplin, AC/DC, Sex Pistols, Aerosmith, dan Black Sabbath.

Bersama sahabat karib nya Krist Novoselic, Cobain, mendirikan band Nirvana, pada tahun 1987. Bersama Jason Everman, gitar, dan Chad Channing, drum, band ini mengeluarkan album perdana nya pada tahun 1989, yang berjudul “Bleach”, di bawah label rekaman indie, Sub Pop. Salah satu lagu di album itu, yang berjudul “About a Girl”, di tulis oleh Kurt, setelah dirinya mendengarkan album “Meet The Beatles”, selama tiga jam.

Formasi ini, kemudian berubah pada tahun 1990, dengan masuk nya Dave Grohl, yang menggantikan Chad Channing, dan keluar nya Jason Everman. Formasi, Kurt Cobain, gitar, vocal, Krist Novoselic, bas, dan Dave Grohl, drum, bertahan hingga band ini bubar, dengan meninggal nya Kurt, pada tahun 1994.
13022295231514260454
Nirvana, mendobrak, dan langsung menguasai dunia musik rock, dengan album kedua nya, “Nevermind”, yang di rilis pada tanggal 24 September 1991, di bawah label rekaman besar Geffen Record, yang berhasil menggaet Nirvana, seiring dengan ke suksesan album perdana mereka.
Album itu terjual lebih dari 11 juta copy, hanya di Amerika, dan lebih dari 25 juta copy di seluruh dunia. Single, “Smell Like Teen Spirit”, langsung merajai tangga lagu di seluruh dunia. Kemudian di ikuti oleh single-single  berikut nya, seperti “Come As You Are”, “Lithium”, dan “In Bloom”, yang bergantian menjadi raja di berbagai tangga lagu di seluruh dunia, benar-benar sebuah gebrakan yang amat dahsyat, dari sebuah band yang baru berumur empat tahun.

Kesuksesan besar yang diraih Nirvana, dalam waktu yang amat singkat, tidak saja melambungkan nama mereka di dunia musik, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis yang amat berat bagi Kurt, sebagai motor band. Tekanan yang di rasakan oleh dua anggota yang lain tidak lah sehebat yang di rasakan Kurt. Kehidupan pribadinya sudah sama sekali hilang, dan obat-obatan, dan heroin, menjadi pelarian bagi Kurt.
13022289171281974289
Kurt bertemu sang istri Courtney Love, pentolan dari group band “Hole”, pada tahun 1990, di sebuah konser di kota Seattle, ketika itu Love, yang masih berpacaran dengan vocalis band Smashing Pumpkins, Billy Corgan, langsung tertarik dengan ketampanan Kurt, yang di sebut nya mirip dengan Dave Pirner, vocalis group band Soul Asylum, kemudian Love, langsung mengajak Kurt, untuk bermoshing ria.

Pasangan ini menikah pada tanggal 24 Februari 1992, dengan kondisi Love, sedang mengandung anak satu-satu nya dari pasangan ini, di Pantai Waikiki Hawai, dengan Dave Grohl, sebagai wali pengantin perempuan.

Anak yang di kandung oleh Love, pun lahir ke dunia pada tanggal 18 Agustus 1992, yang di beri nama Frances Bean Cobain. Love, yang saat itu sedang masa persalinan, berada di satu rumah sakit dengan Kurt, yang sedang menjalani terapi penyembuhan dari ketergantungan heroin. Love, menggeret tangan Kurt, yang sedang “fly”, untuk menemani nya menjalani proses kelahiran sang anak.

Pada tahun yang sama pula, tepat nya pada tanggal 12 Desember 1992, Nirvana, mengeluarkan album kompilasi nya di bawah label rekaman indie Sub Pop, yang berjudul “Incesticide”, salah satu lagu di album ini yang berjudul,”Aero Zepplin”, di persembahkan oleh Kurt, bagi band favorit nya, Aerosmith, dan Led Zeppelin.

Setahun kemudian, tepat nya pada tanggal 21 September 1993, di bawah label rekaman Geffen, Nirvana, mengeluarkan album ketiga mereka, “In Utero”.
Album ini juga mendapatkan kesuksesan dari segi penjualaan, dengan terjual lebih dari 5 juta copy, di Amerika, dan lebih dari 10 juta copy, diseluruh dunia.
Single “Heart Shaped Box”, “All Apologies”, dan “Rape Me”, dari album ini, kembali bergantian merajai tangga lagu di seluruh dunia.

Tetapi bila mencermati lyric-lyric pada lagu-lagu di album ini, seperti di lagu, “Pennyroyal Tea”, dan “All Apologies”, terlihat bahwa Kurt, merasa telah membohongi para penggemar nya, yang sudah begitu mendewakan dirinya, padahal dirinya merasa belum mengeluarkan seluruh kemampuan nya, dan ini baru permulaan, tetapi para fans nya sudah menganggap diri nya sebagai seorang Rockstar.

Pada pertunjukan live akustik nya yang sangat terkenal, “MTV Unplugged In New York”, pada tanggal 18 November 1993, yang kemudian di rilis sebagai album live pada tanggal 1 November 1994, Kurt, sudah dalam puncak tekanan itu.

Menurut buku biograpghy Kurt Cobain, “Heavier Than Heaven”, yang di tulis oleh Charles R Cross, dirinya sudah tidak mandi selama satu minggu, dan meminta panitia penyelenggara, untuk mengatur tempat duduk, agar para sahabat, dan kerabat dekat yang mendukung nya bisa berada di barisan terdepan, pada konser yang di hiasi oleh bunga-bunga, dan lilin berwarna hitam, pada stage panggung, di sekitar Kurt.
13022296371279260619
Masih menurut buku biography itu, para sahabat, dan para kerabat dekat Kurt, yang duduk di barisan terdepan meneteskan air mata, ketika Kurt, menyanyikan lagu terakhir pada konser akustik itu, lagu milik Lead Belly, yang berjudul, “Where Did You Sleep Last Night”. Tanda-tanda bahwa kepergian sang Super Star, memang sudah di depan mata.

Akhir nya, setelah berjuang melawan tekanan hebat itu, dengan dukungan dari sahabat terdekat, dan sang istri tercinta, dan ternyata Kurt, tidak kuat melawan rasa bersalah, yang amat sangat bagi para penggemar nya, diri nya pun memutuskan untuk mengakhiri hidup nya, di depan sepucuk pistol.
Jasad nya kemudian di kremasi, dan abu nya kemudian di taburkan oleh sang anak, di sungai yang mengalir di dekat rumah nya, setelah sebelum nya sang istri membacakan surat yang berada di saku baju, ketika diri nya di temukan sudah menjadi jenazah.

Frances Bean Coabin, menaburkan abu jenazah sang ayah, di iringi oleh tetesan air mata ribuan penggemar Kurt Cobain, yang hadir pada acara itu.

Krist Novoselic, tersedu-sedu di sebelah Courtney Love. Hanya Dave Grohl, saja yang tampak begitu tegar, tetapi tetesan air mata tetap saja membasahi pipi nya.
Selamat jalan Kurt. Meskipun dirimu telah pergi untuk selama nya, tetapi lagu-lagu mu akan tetap hidup selama nya.

13022291511962960848
Berikut ini adalah lagu yang membuat sahabat, dan kerabat dekat Kurt, menitikan air mata, pada konser live akustik nya yang terkenal itu, dan salah satu lagu hit dari Nirvana, selamat menikmati.
Dipersembahkan untuk memperingati 17 tahun di temukan nya jenazah Kurt Donald Cobain, The Sun Is Gone, But I Have a Light.

Dari berbagai sumber.

Cerita Petrokimia Putra Gresik


Sewaktu zaman ligina dari tahun 2000-2005 aku sempat interesting dengan tim bernama Petrokimia Putra Gresik, kalau tidak salah saat itu dihuni oleh bintang timnas tahun (0an, Widodo C. Putro.

Didirikan pada era Galatama (Liga Sepakbola Utama), Petrokimia Putra Gresik berhasil bertransformasi menjadi klub elit kebanggaan warga Gresik. Ketika terjadi penggabungan kompetisi profesional Galatama dengan kompetisi amatir Perserikatan menjadi Liga Indonesia di tahun1994, Petrokimia Putra menjadi finalis Liga Indonesia pertama. Meskipun kalah dari Persib Bandung (0-1), Petrokimia Putra berhasil menggantikan Persegres Gresik sebagai klub kebanggaan Gresik.


Delapan tahun kemudian, kejutan terjadi di Liga Indonesia (2002) saat dua tim kuda hitam menjadi finalis liga, yakni Petrokimia Putra dan Persita Tangerang. Kali ini warga Gresik patut berbangga karena Petrokimia berhasil menjuarai Liga Indonesia. Setahun kemudian sang juara justru mengalami nasib sial, terdegradasi. Perombakan yang dilakukan manajemen pasca juara tak berjalan dengan baik.

Karena masalah dana, pada tahun 2005, Petrokimia di merger dengan Persegres Gresik menjadi Gresik United agar bisa mendapatkan dana dari pemerintah kabupaten. Dana didapat, prestasi malah tak mendekat. Sampai tahun 2010,  Gresik United masih menjadi penghuni divisi utama liga Indonesia (finish peringkat 5 wilayah 2). Sebuah ironi, mungkin setelah dimerger, klub akan mendapat dana segar dari pemerintah, namun disisi lain profesionalitas akan terdegradasi. Kembali ke konsep profesional bahwa klub harus mencari dana sendiri kepada pihak ketiga (sponsor). Bukan profesional jika hanya mengharap kucuran dana APBD. Selain membebani rakyat, dalam sepakbola dana APBD hanya untuk klub AMATIR. 

Kita bisa berkaca dari juara ISL 2009/2010 Arema Indonesia. Tanpa APBD, tim ini mampu menjadi jawara meskipun sempat terkena kendala dana. Namun saat telah menjadi jawara, sponsor berebut tempat di Arema Indonesia.

Profesionalitas diperlukan dalam sepakbola. APBD bukan untuk sepakbola. Be A Professional.

Malvinas: Argentina Melawan Inggris


PERANG Malvinas atau Perang Kepulauan Falkland adalah perang dengan pertempuran laut paling besar dan paling panjang sejak perang Pasifik di masa Perang Dunia II. Perang yang oleh pihak Inggris disebut sebagai “Operasi Bersama/Operation Corporate”, berlangsung selama lima bulan dan melibatkan operasi-operasi amfibi yang terpenting sejak pendaratan di Incheon, Korea (Perang Korea) pada 1950, saluran pipa logistik sepanjang lebih dari 10.000 km, dan daerah pertempuran musim dingin yang jauhnya 5.300 km dari pangkalan bersahabat terdekat dekat Pulau Ascension. 

Argentina menduduki Kepulauan Falkland (yang disebutnya Malvinas) karena mengklaim kepulauan ini sebagai miliknya. Selain dekat dengan daratan mereka, juga karena merasa pihaknya merupakan pewaris kedaulatan dari Pemerintah Spanyol yang gagal pada tahun 1810 dan menyebabkan kepulauan itu lalu dikuasai Inggris.
Klaim ini merasuk ke dalam sanubari rakyat Argentina dan telah masuk dalam kurikulum sejarah sekolah mereka dari generasi ke generasi.
Ini sebenarnya juga isu yang umum semenjak berakhirnya Perang Dunia II, yaitu satu negara berkembang mengajukan klaim teritorial yang sudah lama diyakini terhadap bagian dari bekas negara si penjajah. 
Namun, sejumlah pihak melihatnya dari sisi lain. Motivasi utama Argentina melancarkan perang ini adalah untuk mengalihkan ancaman terhadap rezim militer Jenderal Leopoldo Galtieri yang sedang mendapat tekanan dari berbagai penjuru karena dituduh melancarkan "perang kotor", di mana 15.000 sampai 30.000 rakyat sipil Argentina dibunuh atau "hilang", selain karena ekonomi buruk. 

Dengan adanya faktor terakhir, ide merebut kembali Kepulauan Malvinas yang terletak sekitar 500 km dari pantainya diperkirakan bisa menggalang dukungan kalangan nasionalis.




Sekilas tentang Kepulauan Falkland/Malvinas
 


Kepulauan Falkland adalah sebuah wilayah luar negeri Britania Raya Samudra Atlantik Selatan yang terdiri dari dua pulau utama, Falkland Timur dan Falkland Barat, serta beberapa pulau kecil. Ibu kotanya, Stanley, terletak di Falkland Timur. Kedaulatan kepulauan ini sampai saat ini masih dipertentangkan oleh Argentina yang menamakannya Islas Malvinas dalam bahasa Spanyol. Nama itu diambil dari bahasa Perancis Iles Malouines yang berasal mula ketika nelayan dari St Malo menduduki Falkland pada masa yang singkat. Kepulauan Falkland digolongkan oleh Komite Dekolonisasi PBB sebagai salah satu dari 16 Wilayah Jajahan di dunia. Kepulauan Falkland terletak 483 km dari daratan Amerika Selatan. Terdiri dari dua pulau utama, Falkland Timur dan Falkland Barat, dan sekitar 700 pulau-pulau kecil. Luas wilayah daratan sebesar 12.173 km² dengan panjang garis pantai ±1.288 km. 


Photobucket 


Sejarah Perang Malvinas 


Klaim Argentina 



Pada 19 Maret 1982, Argentina membuka konflik dengan mendaratkan 30 kapal rongsokan di Pulau Georgia Selatan dan mengibarkan bendera Argentina. Esok harinya, kapal HMS Endurance dikirim dari Stanley dengan setengah dari pengawal Falklands di dalamnya - 22 Marinir Kerajaan dan seorang letnan. Mereka diperintahkan untuk mengusir kapal-kapal rongsokan itu kembali ke Argentina. Endurance tiba pada 23 Maret dan para marinir itu mendarat. Pada 26 Maret, 100 pasukan Argentina tiba lewat laut, konon untuk menyelamatkan kapal-kapal mereka. Pasukan Inggris yang kalah besar jumlahnya mengamati pasukan Argentina hingga 3 April, ketika Marinir Kerajaan di Georgia Selatan menyerah setelah jatuhnya Stanley. 


Pengalihan serangan ke Georgia Selatan oleh Argentina merupakan kejutan, dan memberikan alasan bagi invasi 2 April di Pulau Falkland Timur dan direbutnya Stanley. Pasukan-pasukan tambahan Argentina tiba secara teratur dan dalam tempo 24 jam lebih dari 4000 pasukan Argentina mendarat di pulau-pulau itu. 


Respon Inggris 


Pada 12 April, Inggris mengumumkan Zona Eksklusif Maritim 200 mil di sekitar pulau-pulau itu, dengan maksud memperlemah pasokan Argentina dan upaya-upaya memperkuat pasukannya. Tiga kapal selam penyerang nuklir Inggris memperkuatnya sampai tibanya gugus tugas atas air tiga minggu berikutnya. Sementara kapal-kapal selam itu terus melakukan operasi-operasi blokade sementara, 65 kapal Inggris dikirim ke Falklands pada akhir April: 20 kapal perang, 8 kapal amfibi, dan 40 kapal logistik dari Pasukan Tambahan Angkatan Laut Kerajaan dan Angkatan Laut Perdagangan. Gugus tugas Inggris membawa 15.000 orang, termasuk kekuatan pendaratan yang terdiri atas 7000 Marinir Kerajaan dan tentara. Kapal-kapal logistik membawa bekal untuk pertempuran selama sekitar tiga bulan. 


Akhirnya, pada 25 April, sebuah kelompok aksi atas air Inggris yang terdiri atas dua kapal perusak, enam helikopter dan 230 pasukan menaklukkan pasukan pengawal Argentina yang jumlahnya 156 orang di Georgia Selatan. 


Gugus tugas AL Kerajaan tiba di timur Falkland pada 1 Mei. Rencananya adalah membangun keunggulan laut dan udara dengan memikat kapal-kapal perang dan pesawat-pesawat Argentina keluar dari daratan dan menghancurkan mereka, diikuti dengan pendaratan amfibi di Stanley. Dua kapal selam penyerang Inggris ditempatkan di utara Falklands untuk mengamati kapal-kapal Inggris dalam menghadapi gugus tugas AL Argentina yang utama dan kapal induk Veinticinco de Mayo, yang telah beroperasi di wilayah itu sejak 20 April. Kapal selam ketiga ditempatkan di selatan Falkland untuk memantau Exocet yang dipasang di kapal penjelajah Argentina General Belgrano dan dua kapal perusak yang mendampinginya. Kapal selam Inggris HMS Conqueror mentorpedo dan menenggelamkan General Belgrano, yang kehilangan 368 dari 1042 awaknya. Gugus tugas Argentina di utara kembali ke pangkalan dan tetap tinggal di sana hingga perang berakhir. De Mayo menurunkan pesawat-pesawat A-4nya yang beroperasi dari pangkalan-pangkalan lepas pantai hingga perang usai. 


Serangan udara dari pangkalan-pangkalan di Argentina terhadap kapal-kapal Inggris sering terjadi selama perang. Meskipun memiliki pertahanan AAW ("anti-air warfare" - peperangan anti serangan udara) yang canggih serta menggunakan Sea Harriers yang cukup sukses dalam pertahanan udara ke udara, AL Inggris hanya bertahan dalam menghadapi kekuatan udara Argentina. Serangan pesawat Argentina menghantam sekitar 75 persen dari kapal-kapal Inggris dengan bom. Namun hanya tiga kapal perang Inggris (satu perusak dan dua fregat) serta dua kapal pendarat yang tenggelam atau rusak berat oleh bom. Kapal-kapal Inggris lainnya yang tenggelam, satu kapal perusak (HMS Sheffield) dan satu kapal pemasok, dihantam oleh misil Exocet. AL Inggris berhasil menghancurkan lebih dari setengah dari 134 pesawat tempur Argentina selama perang dengan menggunakan kombinasi perang listrik, Harriers, misil darat ke udara, dan artileri anti pesawat udara. 


Argentina menyerah 


Kecanggihan militer Inggris akhirnya mengantarkan tentara negara itu meraih kemenangan dan mengusir tentara Argentina dari Falkland/Malvinas. Berakhirnya perang ditandai dengan menyerahnya Argentina pada 14 Juni 1982. Selanjutnya pasukan Argentina yang tertawan direpatriasi segera melalui Uruguay. 


Photobucket 


Hikmah dari Perang Falkland/Malvinas 


Akibat kekalahannya pada perang ini ditambah masalah-masalah ekonomi yang semakin parah di dalam negeri, Pemerintah Militer Argentina mulai mendorong transisi bertahap dan membawa negara itu kepada pemerintahan yang demokratis. Dengan tekanan publik, junta militer Argentina akhirnya menghapuskan larangan-larangan terhadap partai-partai politik dan memulihkan kebebasan-kebebasan politik yang mendasar. Argentina berhasil kembali kepada demokrasi dengan damai. 


Pemulihan hubungan diplomatik 


Argentina memulihkan hubungan diplomatiknya dengan Inggris. Pada September 1995, Argentina dan Inggris menandatangani suatu perjanjian untuk meningkatkan eksplorasi minyak dan gas di Atlantik Barat Daya, dan menghapuskan masalah yang potensial sulit serta membuka jalan untuk kerja sama lebih jauh antara kedua negara. Pada tahun 1998, Presiden Argentina (saat itu) Carlos Menem mengunjungi Inggris dalam kunjungan resmi pertama oleh seorang presiden Argentina sejak tahun 1960-an. 


Pasang Surut hubungan Argentina – Inggris 



Hubungan kedua negara ini setelah berakhirnya Perang Malvinas memang telah mulai membaik sejak era 90-an, namun tak bisa dipungkiri masih ada riak-riak kecil yang timbul seperti pada 2007 saat Presiden Argentina (saat itu) Nestor Kirchner menyatakan kemenangan yang diperoleh Pemerintah Inggris ketika perang untuk memperebutkan Malvinas hanya "kemenangan kolonial" sementara. Kirchner juga menegaskan kepada mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Margaret Thatcher bahwa Inggris memang memenangi perang karena memperoleh dukungan dari negara-negara besar lainnya. Namun sebenarnya, kata Kirchner, sampai sekarang rakyat Argentina sebagian besar menilai Malvinas masih bagian Argentina 


Menanggapinya, mantan PM Thatcher saat berpidato di radio memperingati 25 tahun Perang Malvinas, kembali menegaskan keputusannya mengirim pasukan ke Atlantik Selatan pada bulan April 1982 adalah sebuah tindakan yang benar. "Agresi sudah dikalahkan dan situasi sudah kembali pulih. Ketika itu kami menjunjung tinggi keinginan rakyat setempat dan kami anggap sangat penting," demikian kata Thatcher di radio. 


Thatcher juga berpesan supaya rakyat Falkland tetap bisa hidup dengan cara-cara mereka sendiri sesuai dengan situasi di Falkland untuk mencapai kesejahteraan di masa mendatang dengan pemerintahan yang sesuai amanat hati nurani rakyat. Pesan Thatcher tersebut seakan ingin menegaskan bahwa apa pun perubahan yang terjadi di Inggris harus memperoleh dukungan dari rakyat kepulauan itu. 



Hingga saat ini Inggris memang masih menolak menyerahkan Falkland/Malvinas kepada Argentina dengan alasan rakyat Falkland tidak bersedia "kembali" ke wilayah Argentina. Pemerintah Inggris juga masih mempertahankan markas militer yang besar di Kepulauan Falkland. Namun, berbagai peninggalan zaman perang kini sudah dijadikan situs wisata. Seperti kawasan ranjau, danau-danau bekas ledakan bom, dan berbagai monumen untuk memperingati tentara-tentara yang gugur di medan perang. 



Well, tak bisa dipungkiri masalah sengketa ini masih tetap akan jadi komoditi politik bagi para elit kedua negara untuk menarik simpati rakyat walaupun mungkin rakyatnya sendiri sudah cuek-bebek dan lebih memilih melakukan rivalitas di lapangan hijau sepakbola. 



Sumber: 

Bandung Lautan Api

Insiden Perobekan Bendera

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia. 




Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.

Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan.

Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.


Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.

Bandoeng Laoetan Api

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.

Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.

Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air” 


A.H Nasution, 1 Mei 1997
Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api. 


http://www.asal-usul.com/2009/03/sej...autan-api.html

 
hostgator coupon