Tragedi Trisakti 12 Mei 1998

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Saatku Patah Hati

Patah hati. Momen terburuk yang pasti dialami hampir setiap orang yang pernah jatuh cinta. Inilah ceritaku saat patah hati.

Info UMB 2011

Musim ujian masuk tahun ini telah datang. Ada berbagai jalur yang disediakan oleh masing-masing universitas, ada yang melalui SNMPTN Undangan, SNMPTN Tertulis, Ujian Lokal, ataupun Ujian Masuk Bersama.

Galeri Foto Final Liga Champions 2010/2011

arcelona mengukuhkan dirinya sebagai raja Eropa setelah mengalahkan Manchester United 3-1 di final Liga Champions. Stadion New Wembley menjadi saksi bisu kedigdayaan tim catalan malam itu. Berikut beberapa foto pertandingan tadi malam

Bersiaplah Menghadapi SIMAK UI

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baru saja usai. Lebih dari 500 ribu pelajar dari berbagai pelosok nusantara bersaing untuk merebut bangku perguruan tinggi negeri (PTN)

Showing posts with label Sahabat Nabi. Show all posts
Showing posts with label Sahabat Nabi. Show all posts

Nabi Sulaiman dan Semut


Kerajaan Nabi Sulaiman a.s. dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman a.s. mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah s.w.t. agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka. Baginda Sulaiman a.s. kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah s.w.t. agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman a.s. melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Baginda Sulaiman a.s. kemudian mendengar sang semut mulai berdoa memohon kepada Allah s.w.t. penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. YaAllah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", do'a sang semut kepada Allah s.w.t. 


Mendengar doa si semut maka Baginda Sulaiman a.s.kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "Kita segera pulang, sebentar lagiAllah s.w.t. akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah s.w.t. telah mengabulkan permohonan seekor semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan. 

Suatu hari Baginda Sulaiman a.s. sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman a.s terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya: "Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?. Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah s.w.t. berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun. Baginda Sulaiman a.s. kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, "Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu". Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman a.s.. 

Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman a.s. datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman a.s. bertanya kepada si semut, "Hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu" "Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah s.w.t. yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi kerana engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut. 

Malulah Pada Anjing


Suatu hari, bersama beberapa temannya, Husain bin Ali berangkat ke kebunnya yang dijaga seorang budak bernama Shafi. Husain sengaja datang ke kebun itu tanpa memberi tahu terlebih dahulu sebelumnya.
Ketika tiba di kebun, Husain melihat budaknya sedang duduk istirahat di bawah sebatang pohon sambil makan roti. Ia juga melihat seekor anjing sedang duduk di hadapan Shafi sedang menikmati makannya juga. Husain melihat Shafi membelah rotinya menjadi 2.
Yang separuh dimakannya sendiri, sedang separuhnya diberikan kepada anjing. Setelah selesai menghabiskan bagian roti masing-masing, Shafi berdoa sambil mengangkat kedua tangannya, “Alhamdulillah robbil ‘alamin. Ya Allah, berikanlah maaf dan ampun-Mu kepadaku dan kepada tuanku. Limpahkanlah rahmat dan karunia-Mu kepadanya sebagaimana Engkau telah memberkati ayah dan bundanya dengan rahmat yang luas dan belas kasih-Mu ya Rabbal ‘Alamin.”


Husain menyaksikan semua itu. Mendengar kata-kata dan melihat perbuatan Shafi, Husain tidak dapat menahan dirinya. Ia memanggil, “Ya, Shafi…” Shafi kaget mendengar panggilan tuannya. Sambil meloncat gugup ia menjawab, “Aduh tuanku! Maafkan aku. Sungguh, aku benar-benar tidak melihatmu.” Shafi merasa bersalah karena tidak mengetahui kedatangan tuannya. Tetapi sambil mendekati Shafi Husain berkata, “Sudahlah, sebenarnya aku yang bersalah dan minta maaf padamu. Sebab aku memasuki kebunmu tanpa izin lebih dahulu.”
“Kenapa tuan mengatakan demikian,” kata Shafi dengan rikuh.
“Sudahlah, jangan kita persoalkan lagi masalah itu. Hanya aku ingin mengapa anjing itu tadi engkau beri separuh dari rotimu?” tanya Husain penuh penasaran.
Dengan malu Shafi menjawab, “Maklumlah tuan, aku merasa malu dipandangi terus oleh anjing itu ketika aku hendak makan tadi. Sedang anjing itu milik tuan dan dia turut menjaga kebun ini dari gangguan orang. Sedang aku hanya mengerjakan kebun tuan ini. Karena itu, rezeki dari tuan sudah selayaknya kubagi dengan anjing ini.”
Mendengar penjelasan Shafi, Husain terharu dan meneteskan air mata. Orang yang berderajat budak ternyata memiliki budi yang tinggi. Dengan suara parau, Husain berkata, “Wahai Shafi, saat ini juga engkau bebas dari perbudakan. Terimalah dua ribu dinar sebagai pemberian dariku dengan penuh keikhlasan.”

“Lama Shafi tertegun melihat Husain dan uang dua ribu dinar tersebut. Ia seolah tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Namun Husain menganggukkan kepalanya dengan senyuman sambil menyerahkan uang tersebut.


sumber: sabilien

Merindukan Pimpinan Seperti Umar bin Khatab

Banyak masalah keseharian yang mudah terlihat oleh kita di kampus, di kota-kota, di provinsi atau di Indonesia secara umum. Seringkali kita langsung dapat mengindentifikasikan bahwa masalah tersebut adalah tanggung jawab rektor, kapolda, walikota, gubernur atau bahkan presiden. Tapi………., waktu berjalan, tidak ada juga action yang terjadi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Dimana salahnya?
Mari kita simak satu kebiasaan baik yang selalu dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khatab. Sebagai pimpinan, Umar selalu resah memikirkan kesejahteraan rakyatnya.
Untuk meyakinkan bahwa rakyatnya sudah hidup sejahtera, Umar selalu menyelinap keliling kota dengan cara menyamar. Meronda untuk mengumpulkan informasi tentang rakyatnya, dan tentunya setelah informasi terkumpul, Umar selalu melakukan tindakan perbaikan segera yang diperlukan.
Ketika sedang berkeliling kota secara diam-diam, Umar mendengar tangisan anak dari sebuah rumah kumuh. Dari pinggir rumah, Umar mendengar si ibu sedang berusaha menenangkan anaknya yang sedang menangis. Rupanya anaknya menangis karena lapar, sementara si ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak. Si ibu berusaha menenangkan anaknya dengan berpura-pura merebusbatu agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Umar diluar jendela, sang ibu bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah (Umar) dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar hal ini tak dapat menahan tangisnya, dan iapun segera pergi meninggalkan rumah itu. Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu. Ia sendiri yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur si anak hingga tertidur. Keluarga itu tak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab !
Umar bahkan juga bahkan menjaga tamu-tamu yang datang ke kotanya. Bagi Umar, keamanan para tamu termasuk tanggungjawabnya juga. Sebuah kisah menceritakan bahwa Umar mengetahui rencana kadatangan serombongan pedagang ke kotanya. Tanpa sepengetahuan mereka, Umar semalaman tidak tidur menjaga barang-barangnya agar terhindar dari tangan-tangan jahil yang bisa mencuri barang mereka.
Luar biasa…., adakah pimpinan seperti itu di era sekarang?
Di abad informasi ini, sebagian cara Umar melakukan kebiasaannya dapat dilakukan dengan cara-cara yang lebih modern. Sebuah laptop dengan koneksi wireless dan kebiasaan untuk membaca semua berita kritis tentang wilayah yang harus dipimpinnya adalah sesuatu yang sangat mudah dilakukan tiap hari, bahkan tiap detik. Dengan BLOG, pimpinan bisa mendapat masukan yang berharga dari warganya tanpa harus bepergian kemanapun, dan masih banyak bentuk kemudahan lainnya yang bisa dilakukan…

Tentunya, belum tentu semua terwakili, sekali-kali berkeliling kota melihat situasi nyata warganya adalah sesuatu yang tetap harus dilakukan. Mungkin tidak harus mengintip jendela orang seperti yang dilakukan Umar, cukup keliling kota melihat ketertiban kota, melihat banjir ada dimana, melihat jalan bolong ada dimana. Sekali-kali masuk ke pasar, pura-pura berbelanja sambil menanyakan banyak hal, atau sekali-kali naik angkot dan naik beca sambil mendengar keluh kesah banyak orang….
Semoga pimpinan-pimpinan di sekitar kita mau berusaha menjadi Umar-Umar yang lain…..

 
hostgator coupon