Tragedi Trisakti 12 Mei 1998
Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.
Saatku Patah Hati
Patah hati. Momen terburuk yang pasti dialami hampir setiap orang yang pernah jatuh cinta. Inilah ceritaku saat patah hati.
Info UMB 2011
Musim ujian masuk tahun ini telah datang. Ada berbagai jalur yang disediakan oleh masing-masing universitas, ada yang melalui SNMPTN Undangan, SNMPTN Tertulis, Ujian Lokal, ataupun Ujian Masuk Bersama.
Galeri Foto Final Liga Champions 2010/2011
arcelona mengukuhkan dirinya sebagai raja Eropa setelah mengalahkan Manchester United 3-1 di final Liga Champions. Stadion New Wembley menjadi saksi bisu kedigdayaan tim catalan malam itu. Berikut beberapa foto pertandingan tadi malam
Bersiaplah Menghadapi SIMAK UI
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baru saja usai. Lebih dari 500 ribu pelajar dari berbagai pelosok nusantara bersaing untuk merebut bangku perguruan tinggi negeri (PTN)
Mahasiswa Harus Memiliki Paspor
Tiket Murah Ke Singapura
Hanya dengan Rp 808.000 kita sudah bisa pulang pergi ke Singapura. Otomatis, bagi saya yang gak pernah ke luar negeri saya langsung tergiur untuk mengambilnya. Tapi, saya seketika ingat kalau tidak memiliki paspor. Yaah...
Sebenarnya saya cukup terpesona dengan teman-teman saya yang bisa minimal 2 tahun sekali liburan ke luar negeri. Keluarga saya, dari papa, mama, sampai 4 anak-anaknya belum ada yang pernah ke luar negeri. Papa dan Mama pernah, tapi itu juga ibadah haji.Saya pernah membaca sebuah artikel dari dosen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali yang berjudul "Mahasiswa Harus Mempunyai Paspor". Disitu ia mengatakan, " Setiap Mahasiswa harus memiliki "Surat Ijin Memasuki Dunia Global". Tanpa paspor, manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan."
Tiket Murah Ke Singapura yang berhasil saya temukan itu mungkin sebagai perkenalan saya terhadap Tiket Murah yang sebenarnya bisa didapatkan. Ke Luar Negeri? Itu impian saya. Tentu dengan uang sendiri, bukan dengan ikut liburan bersama orang tua. Suatu saat nanti, saya yakin..
Bantuin Nulis di BlogTyo.com dong
Intesitas menyampah di timeline twitter terbukti meski baru berumur 11 bulan, tapi jumlah artikel sudah berjumlah 345 artikel yang berarti kalau di rata-rata 31 artikel/bulan dan kalau dirata-rata lagi minimal 1 artikel/hari. Itu juga terkadang dalam 1 hari, blogtyo.com, Cinta dan Sepakbola memposting 3-4 artikel. Intensitas menulis banyak pada bulan Maret 2011 dengan jumlah 101 artikel. Berarti rata-rata 3 artikel/hari.
Memasuki bulan Oktober 2011, tampaknya saya harus agak menjauh dari dunia blog karena sepertinya saya bakal terkuras pikiran dan tenaga di salah satu mata kuliah di kampus. Sebenarnya amat sayang melepaskan (walau sementara) blog ini. Apalagi blog ini udah memberikan saya iPad 2. Tentu rasanya tidak tega membiarkan blog ini akan dipenuhi oleh jaring laba-laba karena gak pernah diurus.
Karena itu, saya mencari orang-orang yang mau untuk menulis di blog saya sampai akhir desember. Temanya bebas. Sesuai dengan minat dan hobi anda. Saya cuma ingin blog saya tidak sepi. Kalau ada yang berminat bisa kabarin saya lewat komentar di posting ini atau kirim ke email saya. Syaratnya cuma dua, punya email gmail.com dan konsisten. Kalau bisa seminggu minimal 2 tulisan.
Oke kayaknya sekian dulu. Berat rasanya, padahal saya juga lagi ikutan lomba SEO Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com tapi yasudahlah, pendidikan lebih penting. Lagian setelah itu bisa bebas lagi. Buat semuanya, Bantuin Nulis di BlogTyo.com dong
Sampai Jumpa Dewa 19
Dewa 19 bubar memang sudah tinggal menunggu waktunya. Tepat beberapa minggu yang lalu, jagoan Dewa 19, Ahmad Dhani mengatakan bahwa Dewa 19 ini adalah band nostalgia. Jadi mereka hanya akan tampil satu panggung saat konser reuni saja.
Bubarnya Dewa 19 membawa kesedihan tersendiri bagi saya. Saya yang mengenal Dewa 19 saat saya masih duduk di bangku kelas 4 sd. Kira-kira saat itu tahun 2003. Lagu yang membuat saya suka dengan band legendaris Indonesia ini adalah Kamulah Satu-Satunya.
Kesukaan saya terhadap Dewa 19 berubah menjadi suatu kegilaan. Disaat teman-teman seusia saya menyukai band lokal yang baru muncul atau band-band luar negeri, saya dengan tegas mengatakan. Band Idolaku adalah Dewa 19.
Dari kegilaan itu, saya mulai mengumpulkan kaset-kaset Dewa 19 dari album pertama mereka sampai album terakhir, Kerajaan Cinta. Saya juga membeli DVD Dewa 19: Live in Japan dan juga DVD The best of tahun 1999.
Tahun 2007 atau 2008 menjadi tahun pertama kali dan sepertinya jadi terakhir kali saya menonton konser Dewa 19 secara langsung. Sekarang, setiap mendengar lagu Dewa 19 entah kenapa ada semacam perasaan sedih karena mungkin nama serta karya mereka hanya akan menjadi sejarah. Sampai Jumpa Dewa 19. Mereka tetaplah band idolaku sepanjang masa dan tetap menjadi inspirasi bagi saya.
Ini ada video cover saya. Bisa dicek di link ini Cinta kan Membawamu | Cover Dewa 19
iPad 2 dan Orangtua ku pun Tersenyum
Seketika iPad menjadi sebuah trendsetter bagi remaja ataupun eksekutif muda di Indonesia bahkan dunia. Bahkan banyak anak muda yang menginginkan pelopor tablet ini. Disaat banyak orang seusiaku atau dibawahku masih meminta iPad ke orang tuanya, berkat rizki dan karunia Allah saya berhasil mendapatkannya secara gratis.
Gratis? Bukan berarti dibeliin orang lain. Tapi benar-benar melalui hasil keringatku sendiri. Yaitu dari nge-blog.
April atau Mei 2011 yang lalu, saya tertimpa musibah. Blackberry milik saya hilang di Kopaja saat saya sedang menuju ke kampus. Seketika saat itu saya sangat merasa bersalah kepada orang tua saya, terutama ibu.
Kenapa merasa bersalah? karena saya tidak bisa menjaga pemberian orang tua dan hanya bisa merepotkan mereka. Saya pun bertekad untuk bisa membeli Blackberry dengan usaha sendiri.
Di kemudian hari, saya iseng mengetik keyword "Lomba Blog Berhadiah Blackberry" di mesin pencari google. Banyak lomba yang berhadiah Blackberry namun ternyata pendaftarannya sudah tutup. Akhirnya saya membaca ada lomba SEO Blog yang diadakan Kecap Bango dengan tema "Kisah Legenda Kuliner Nusantara" yang berhadiah iPad. Yasud, gue sikat aja.
Awalnya saya tidak mengerti apa itu SEO Blog. Akhirnya saya googling sana-sini. Memang beruntung kita hidup di zaman ini, semua sudah tersedia di mesin pencari.
Tulisan saya jadi pada bulan Juni dan kemudianposisinya terus merangkak naik di google.co.id . Sempat bersaing ketat dengan creativebrain.web.id 3 hari menjelang penutupan lomba tanggal 31 Juli 2011, tulisan saya berada di posisi 1 google.co.id dan bertahan sampai penutupan lomba.
Ke Jakarta Ku Akan Kembali
Kami Cinta Indonesia, Wim
in Arsene We Trust: Secercah Harapan Arsenal di Ambang Kehancuran
Menurut Mirror Football, pemain-pemain Arsenal sudah pasrah bila mendapatkan hairdryerdari Wenger, namun sang profesor kehilangan kata-kata. Ruang ganti tim tamu di Old Trafford membisu.
Musim yang berat untuk Arsenal baru dimulai setelah Young mencetak gol ke delapan ke gawang Szczesny di Old Trafford…
Setelah Minta Maaf, Beri Juga Maafmu
Berkibarlah Bendera Merah Putih
17 Agustus 2011. Tepat 66 tahun usia proklamasi negeri
zamrud khatulistiwa. Berbagai cerita romantisme masa lalu tiba-tiba bermunculan
kembali.
‘Bangsa yang akan menguasai perdagangan dunia,’ tulis
National Geographic edisi tahun 1955, tepat 10 tahun proklamasi
itu.
Itu dulu...
17 Agustus tahun
ini tepat pada saat umat islam di Indonesia sedang berpuasa. Jadi tidak dapat
kita lihat beberapa seremonial khas milik rakyat, seperti panjat pinang, lomba
makan kerupuk,serta lomba-lomba lainnya. Tapi ada satu yang menarik perhatian
saya, Pengibaran bendera Merah Putih di rumah-rumah warga.
Bendera Merah
Putih sebenarnya sudah berkibar saat
konggres Sumpah Pemuda tahun 1928, namun saat itu bendera Merah Putih belum
diakui karena negara kita belum dianggap ada oleh dunia internasional.
Bendera Merah
Putih yang dikibarkan saat proklamasi tahun 1945 dijahit oleh istri Bung Karno,
Fatmawati. Oke, itu hanya intermezo belaka.
*****
’Jangan teriak
merdeka kalau belum pasang bendera Merah Putih di depan rumah,’ tulis saya di
akun twitter saya pada tanggal 16 Agustus 2011.
’Aku belum masang
bendera, berarti aku gak boleh teriak merdeka ya? Jadi Cuma sebatas bendera ya?’
balas teman saya menanggapi tweet saya sebelumnya.
’Kami akan takut
pada umat muslim bila solat subuh mereka seramai solat jum’at,’ ucap pemuka
agama yahudi.
Oh, jadi cuma
sebatas solat subuh kualitas keimanan umat muslim? Tentu tidak, tapi pasti ada
alasan tertentu mengapa solat subuh menjadi patokan dasar kualitas muslim yang
akan ditakuti dunia dan mengapa memasang bendera Merah Putih menjadi patokan
dasar merdeka.
Lho kok
dihubung-hubungkan dengan agama?
Memangnya kenapa?
Bukankah agama merupakan pedoman dasar dari segala masalah di muka bumi ini?
Terhitung 1
September 1945, bendera Merah Putih wajib berkibar diseantero negeri ini. Gerakan
pengibaran sang Saka pun menyebar luas di Surabaya. Namun pada sore hari, 18
September 1945 sekelompok orang Belanda menaikkan bendera Belanda di puncak
gedung hotel Yamato, Surabaya.
Keesokan harinya,
para pemuda surabaya berusaha menurunkan bendera Belanda. Sempat melalui
diskusi, namun pihak Belanda menolak menurunkan benderanya. Akhirnya para
pemuda berebut menaiki tiang bendera di puncak gedung hotel, menurunkan bendera
Belanda, merobek bagian birunya, dan kemudian mengibarkan kembali bendera
tersebut.
Kini, disaat
negara kita telah merdeka kita malah enggan mengibarkan bendera Merah Putih.
Dengan berbagai alasan kita membela diri mengapa kita tidak mengibarkan bendera
tersebut. Padahal mengibarkan bendera Merah Putih adalah sebuah perwujudan yang
sangat kecil betapa kita menghargai para pahlawan bangsa dan betapa kita mencintai
negeri ini. Kalau yang kecil saja kita tidak melakukan, bagaimana hal lain? Peduli
apa?
*****
’Visca El Barca! Visca
teriak para pemain
ketika seremoni penutupan musim 2010/2011. Carlos Puyol dan Xavi tetap mengibarkan bendera
Catalonia (merah kuning) saat kemenangan di piala dunia.Dan saat pesta
Barcelona juara liga Spanyol dan liga Champion di Nou Camp, Iniesta dan xavi
membuat diri mereka penuh dengan bendera dan lambang Catalonia, Pep Guardiola
sendiri mengikat trophy Liga Champion dan trophy juara liga Spanyol dengan
bendera Catalonia.
Bendera Catalonia benar-benar menjadi sebuah simbol
perlawanan bangsa Catalonia kepada bangsa Spanyol. Kenapa?
’Kepada bendera Merah Putih, Hormat Graak !!’
Seiring dengan lagu Indonesia Raya, semua peserta
upacara hormat kepada sang Saka.
’duh lama banget sih, panas tau,’ gumam siswa A.
’Tau nih, mana kaki gue udah pegel lagi,’ jawab
siswa B.
’Gak ngerti ya orang lagi puasa, cepetan dong gerek
benderanya,’ tambah siswa C.
Sementara di luar pagar, tampak seorang kakek
dengan tongkat dan pakaian seperti purnawirawan mendongak melihat sang Saka
menuju ujung tiang.
’Alhamdulillah, perjuanganku dulu bersama
teman-teman kini ”SANGAT DIHARGAI’ oleh para penerusku. Meski aku harus
kehilangan sebelah kakiku.’
Tiba-tiba terdengar suara anak kecil.
’Kek, kakek kenapa menangis....?’
Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari
Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang
menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan
pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor
perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
-Pasal 7 UU No. 24 Tahun 2009-
Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira...
Bu, Jangan Rasis dong..
Gelak tawa seisi kelas meledak setelah guru sejarah SMA kami
mengatakan,’Jangan jadi seperti orang jawa yang hanya bisa ngomong nggeh dalem,
gara-gara itu bangsa kita dijajah Belanda 3,5 abad lamanya.’
Saya langsung merasa jadi bahan olokan saat itu. Saya adalah
keturunan Jawa. Ayah saya Jawa timur, Ibu saya Sunda, namun telah lama tinggal
di Jawa Timur. Sanak keluarga pun banyak berada di Jawa Timur. Dengan keadaan
seperti itu, tidak heran tatakrama serta kebiasaan orang Jawa melekat pada diri
saya.
Saat itu saya sedang belajar di salah satu SMA favorit di
kota Pekanbaru, Riau. Pernyataan itu dikemukakan oleh guru sejarah SMA saya
yang bersuku Melayu, yang notabene dikenal dengan suku yang lebih suka mengurus
diri sendiri dan cangkrukan di warung kopi pada jaman dahulu (atau jaman
sekarang pun masih?)
Sudahlah, masalah suku sangat sensitif untuk diperbicangkan.
Sesensitif pembicaraan tentang agama.
‘Lho, kenapa bawa-bawa agama?’ Pasti banyak orang akan
berkata begitu. Nah, bukankah agama merupakan pondasi dari segalanya?
Masalah yang saya tulis di artikel Bangsa Lupa Bangsanya
hanyalah seupil masalah bangsa kita.
Banyak dari kita sekolah tinggi-tinggi, meraih berbagai
gelar. Kemudian memiliki berbagai kemampuan kepemimpinan yang kini sedang
populer dipelajari.
Ibarat sebuah gedung megah yang ternyata tidak memiliki
sebuah pondasi yang sangat kuat, lambat laun gedung tersebut akan rusak dan
rubuh.
Menurut kamu, apa sebuah pondasi dasar bagi seorang manusia?
Walaupun kita berbeda-beda keyakinan, pasti kita pernah diajari bahwa Agamalah
pondasi manusia dan agama jugalah yang akan menuntun kita menuju kebenaran.
*****
‘Kalau gak ada orang Jawa, bangsa ini gak bakal merdeka,’
bela papa saya begitu saya ceritakan perihal pernyataan rasis itu.
‘Tanpa kehadiran orang Jawa, Batak, dan Minang, Riau ini
hanya akan menjadi hutan dengan minyak dibawahnya yang menjadi buruan para
pemerah kekayaan alam bangsa ini,’ ucap papa saya.
Sementara para suku asli asyik berkomentar dan mengopi di
warung kopi favorit, para pendatang terus membuka lahan, mengambil kekayaan
alam Riau, serta membangun Riau demi kelancaran bisnis mereka. Para suku asli
baru menyadari mereka diperah ketika cadangan minyak di Riau mulai menipis.
Ketika jalan di ibukota propinsinya mulai bagus. Ketika hutan mereka telah
gundul. What were you doing before ?
*****
‘Saya cuma dapet THR Rp7.000,- tahun ini,’ ucap salah satu
abdi dalem keraton Yogyakarta.
‘THR baru 2 tahun belakangan ini diberikan, sebelumnya tidak
ada.’
‘Ini pengabdian. Niatnya murni mengabdi dan ikhlas.’
Menjadi abdi dalem bukan karena uang pemberian keraton.
Mereka mengaku mendambakan berkah dari tuhan sebab pengabdian itu mebutuhkan
keikhlasan dan niat baik dari dalam diri sendiri.
‘Selami 31 taon kulo ngabdi wonten keraton mriki, kulo
ngeraosaken tentrem ing pengayuh.’
Selama 31 tahun mengabdi, salah satu abdi dalem mengatakan
ia merasakan ketentraman di hati.
Dear bu guru sejarahku, adakah dari keturunanmu atau dari
sukumu yang bisa melakukan hal yang sedemikian ikhlasnya? Kami terbiasa membantu
teman/saudara dengan hati ikhlas tanpa pertimbangan rugi untung yang kami
dapatkan dari itu. Kami orang Jawa masih memiliki rasa persaudaraan dan
kebaikan hati yang malah terkadang kalian salah gunakan.
Apa anda masih mengatakan nggeh dalem itu sebagai tanda
ketololan orang jawa?
![]() |
| berbeda namun satu |
Andai anda tahu bu guru yang saya hormati, nggeh dalem itu
lebih kepada rasa hormat dan sopan santun yang sangat tinggi yang mungkin tidak
ada padanan katanya di tata krama anda. Sangat disayangkan seorang guru yang
harusnya mengajarkan sesuatu yang baik, malah lebih menyalahkan satu suku yang
menyebabkan kita dulu dijajah.
Sudahlah, cukup. Jangan sampai pembahasan berbau rasis ini
menjalar kemana-mana.
Bukankah kita memang tercipta laki-laki dan wanita dan
menjadi suku-suku bangsa yang pasti berbeda? Bukankah kita memang harus saling
mengenal dan menghormati? Bukankah begitu bu guru?















