Tragedi Trisakti 12 Mei 1998

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Saatku Patah Hati

Patah hati. Momen terburuk yang pasti dialami hampir setiap orang yang pernah jatuh cinta. Inilah ceritaku saat patah hati.

Info UMB 2011

Musim ujian masuk tahun ini telah datang. Ada berbagai jalur yang disediakan oleh masing-masing universitas, ada yang melalui SNMPTN Undangan, SNMPTN Tertulis, Ujian Lokal, ataupun Ujian Masuk Bersama.

Galeri Foto Final Liga Champions 2010/2011

arcelona mengukuhkan dirinya sebagai raja Eropa setelah mengalahkan Manchester United 3-1 di final Liga Champions. Stadion New Wembley menjadi saksi bisu kedigdayaan tim catalan malam itu. Berikut beberapa foto pertandingan tadi malam

Bersiaplah Menghadapi SIMAK UI

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baru saja usai. Lebih dari 500 ribu pelajar dari berbagai pelosok nusantara bersaing untuk merebut bangku perguruan tinggi negeri (PTN)

Showing posts with label Curahanku. Show all posts
Showing posts with label Curahanku. Show all posts

Mahasiswa Harus Memiliki Paspor


Di Posting Sebelumnya saya sudah bercerita mengenai Tiket Murah Ke Singapura. Sekarang saya ingin sharing sebuah artikel yang mungkin telah mengubah cara pandang saya. Sebuah artikel dari Rhenald Kasari, Guru Besar Universitas Indonesia. 


Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport.  Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan.  Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.
Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport.  Setiap mahasiswa  harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril.  Dua minggu kemudian,  mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.
Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini?  Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu.   Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam.  Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.
“Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?”
Saya katakan saya tidak tahu.  Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint.  Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.
Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan.  Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang.  Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri.  Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju.  Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.
Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu  tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring.  Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.
Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian.  Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar.  Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara.  Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi.  Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.
The Next Convergence
Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan,  dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri.  dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat.  Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.
Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun.  Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia.  Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching.  Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini.  Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.
Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya.  Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi.  Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani.  Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri.  Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya.  Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan.  Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.
Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak.  Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan.  Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.
Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh.  Rasa percaya diri mereka bangkit.  Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.
Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport.  Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri.  Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat.  Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.
Rhenald Kasali, Guru Besar Universitas Indonesia
Artikel ini pernah dimuat di Jawa Pos, 8 Agustus 2011

Tiket Murah Ke Singapura

Tiket Murah Ke Singapura. Akhir-akhir ini saya lagi interesting (again) pada cerita-cerita traveling. Dari dulu saya sangat suka membaca The Naked Traveler. Saya tidak tahu tiba-tiba saya jadi sangat tertarik untuk melakukan perjalanan liburan ke suatu tempat. Entah itu Indonesia ataupun Luar Negeri.

Impian awal saya mungkin ingin menjelajahi sebagian dari kekayaan dan keindahan alam yang terdapat di negara kita. Negara kita ini sebenarnya memiliki potensi wisata yang bagus. Tapi sepertinya pihak pemerintah tidak tertarik untuk mengembangkan pariwisata di negeri ini. Sehingga berbagai akses informasi, transportasi, penginapan, serta akomodasi ke tempat-tempat wisata, entah itu alam atau budaya sangat sulit.

Negara kita memang Negara Impian. Segala sesuatu ada disini. Pantai punya, gunung punya, hutan punya, sumber daya alam punya. Ya, segalanya ada disini.

Jadi ngelantur kemana-mana.

Kemarin seusai membaca-baca web The Naked Traveler, saya iseng-iseng membuka situs salah satu maskapai penerbangan yang cukup sering mengadakan promo tiket. Dan ternyata, lagi ada promo vacation on New Year. Salah satu tujuannya adalah ke Singapura. 



Hanya dengan Rp 808.000 kita sudah bisa pulang pergi ke Singapura. Otomatis, bagi saya yang gak pernah ke luar negeri saya langsung tergiur untuk mengambilnya. Tapi, saya seketika ingat kalau tidak memiliki paspor. Yaah...


Sebenarnya saya cukup terpesona dengan teman-teman saya yang bisa minimal 2 tahun sekali liburan ke luar negeri. Keluarga saya, dari papa, mama, sampai 4 anak-anaknya belum ada yang pernah ke luar negeri. Papa dan Mama pernah, tapi itu juga ibadah haji.


Saya pernah membaca sebuah artikel dari dosen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali yang berjudul "Mahasiswa Harus Mempunyai Paspor". Disitu ia mengatakan, " Setiap Mahasiswa harus memiliki "Surat Ijin Memasuki Dunia Global". Tanpa paspor, manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan."


Tiket Murah Ke Singapura yang berhasil saya temukan itu mungkin sebagai perkenalan saya terhadap Tiket Murah yang sebenarnya bisa didapatkan. Ke Luar Negeri? Itu impian saya. Tentu dengan uang sendiri, bukan dengan ikut liburan bersama orang tua. Suatu saat nanti, saya yakin..



Bantuin Nulis di BlogTyo.com dong

blogtyo.com besok akan memasuki usia 11 bulan. Setelah melalui berbagai lembah, gunung, gurun, dan bukit, blogtyo.com masih mampu bertahan dan eksis hingga kini. Eksis? iya, eksis menyampah di timeline twitter karena keseringan update blognya dishare disana.

Intesitas menyampah di timeline twitter terbukti meski baru berumur 11 bulan, tapi jumlah artikel sudah berjumlah 345 artikel yang berarti kalau di rata-rata 31 artikel/bulan dan kalau dirata-rata lagi minimal 1 artikel/hari. Itu juga terkadang dalam 1 hari, blogtyo.com, Cinta dan Sepakbola memposting 3-4 artikel. Intensitas menulis banyak pada bulan Maret 2011 dengan jumlah 101 artikel. Berarti rata-rata 3 artikel/hari.

Memasuki bulan Oktober 2011, tampaknya saya harus agak menjauh dari dunia blog karena sepertinya saya bakal terkuras pikiran dan tenaga di salah satu mata kuliah di kampus. Sebenarnya amat sayang melepaskan (walau sementara) blog ini. Apalagi blog ini udah memberikan saya iPad 2. Tentu rasanya tidak tega membiarkan blog ini akan dipenuhi oleh jaring laba-laba karena gak pernah diurus.

Karena itu, saya mencari orang-orang yang mau untuk menulis di blog saya sampai akhir desember. Temanya bebas. Sesuai dengan minat dan hobi anda. Saya cuma ingin blog saya tidak sepi. Kalau ada yang berminat bisa kabarin saya lewat komentar di posting ini atau kirim ke email saya. Syaratnya cuma dua, punya email gmail.com dan konsisten. Kalau bisa seminggu minimal 2 tulisan.

Oke kayaknya sekian dulu. Berat rasanya, padahal saya juga lagi ikutan lomba SEO Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com tapi yasudahlah, pendidikan lebih penting. Lagian setelah itu bisa bebas lagi. Buat semuanya, Bantuin Nulis di BlogTyo.com dong

Sampai Jumpa Dewa 19

Dewa 19 Bubar?? Memang sudah bukan rahasia lagi kalau band yang cukup legendaris ini sudah cukup lama vakum semenjak album mereka yang terakhir, Kerajaan Cinta dirilis tahun 2007.

Dewa 19 bubar memang sudah tinggal menunggu waktunya. Tepat beberapa minggu yang lalu, jagoan Dewa 19, Ahmad Dhani mengatakan bahwa Dewa 19 ini adalah band nostalgia. Jadi mereka hanya akan tampil satu panggung saat konser reuni saja.

Bubarnya Dewa 19 membawa kesedihan tersendiri bagi saya. Saya yang mengenal Dewa 19 saat saya masih duduk di bangku kelas 4 sd. Kira-kira saat itu tahun 2003. Lagu yang membuat saya suka dengan band legendaris Indonesia ini adalah Kamulah Satu-Satunya.

Album Dewa 19
Kesukaan saya terhadap Dewa 19 berubah menjadi suatu kegilaan. Disaat teman-teman seusia saya menyukai band lokal yang baru muncul atau band-band luar negeri, saya dengan tegas mengatakan. Band Idolaku adalah Dewa 19.

Dari kegilaan itu, saya mulai mengumpulkan kaset-kaset Dewa 19 dari album pertama mereka sampai album terakhir, Kerajaan Cinta. Saya juga membeli DVD Dewa 19: Live in Japan dan juga DVD The best of tahun 1999.

Tahun 2007 atau 2008 menjadi tahun pertama kali dan sepertinya jadi terakhir kali saya menonton konser Dewa 19 secara langsung. Sekarang, setiap mendengar lagu Dewa 19 entah kenapa ada semacam perasaan sedih karena mungkin nama serta karya mereka hanya akan menjadi sejarah. Sampai Jumpa Dewa 19. Mereka tetaplah band idolaku sepanjang masa dan tetap menjadi inspirasi bagi saya.

Ini ada video cover saya. Bisa dicek di link ini Cinta kan Membawamu | Cover Dewa 19

iPad 2 dan Orangtua ku pun Tersenyum

iPad adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc. (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.

Seketika iPad menjadi sebuah trendsetter bagi remaja ataupun eksekutif muda di Indonesia bahkan dunia. Bahkan banyak anak muda yang menginginkan pelopor tablet ini. Disaat banyak orang seusiaku atau dibawahku masih meminta iPad ke orang tuanya, berkat rizki dan karunia Allah saya berhasil mendapatkannya secara gratis.


Gratis? Bukan berarti dibeliin orang lain. Tapi benar-benar melalui hasil keringatku sendiri. Yaitu dari nge-blog.


April atau Mei 2011 yang lalu, saya tertimpa musibah. Blackberry milik saya hilang di Kopaja saat saya sedang menuju ke kampus. Seketika saat itu saya sangat merasa bersalah kepada orang tua saya, terutama ibu.




Kenapa merasa bersalah? karena saya tidak bisa menjaga pemberian orang tua dan hanya bisa merepotkan mereka. Saya pun bertekad untuk bisa membeli Blackberry dengan usaha sendiri. 


Di kemudian hari, saya iseng mengetik keyword "Lomba Blog Berhadiah Blackberry" di mesin pencari google. Banyak lomba yang berhadiah Blackberry namun ternyata pendaftarannya sudah tutup. Akhirnya saya membaca ada lomba SEO Blog yang diadakan Kecap Bango dengan tema "Kisah Legenda Kuliner Nusantara" yang berhadiah iPad. Yasud, gue sikat aja.


Awalnya saya tidak mengerti apa itu SEO Blog. Akhirnya saya googling sana-sini. Memang beruntung kita hidup di zaman ini, semua sudah tersedia di mesin pencari.


Tulisan saya jadi pada bulan Juni dan kemudianposisinya terus merangkak naik di google.co.id . Sempat bersaing ketat dengan creativebrain.web.id 3 hari menjelang penutupan lomba tanggal 31 Juli 2011, tulisan saya berada di posisi 1 google.co.id dan bertahan sampai penutupan lomba.



Tanggal 15 Agustus 2011, Bango mengumumkan pemenangnya dan benar, i'm the winner!! Ternyata tidak selancar itu. Beberapa peserta memprotes keputusan juri karena link pemenang sudah tidak aktif. Memang, terhitung tanggal 8 Agustus 2011 terjadi perubahan dari yang sebelumnya blogtyo.tk menjadi blogtyo.com.

Setelah mengubah kembali domain ke .tk akhirnya semua peserta menerima hasil tersebut. Saya melihatkan pengumuman lomba ini dan juga memberi tahu hadiahnya kepada orangtua saya. Ayah saya tersenyum dan langsung ingin membaca tulisan saya. Ibu saya tersenyum dan mengatakan semoga itu beneran,hehe..



Selasa, 13 September 2011 saya pergi ke Kantor Bango di dekat Senayan City and Finally, i got it!! Barang yang tak pernah kuimpikan sebelumnya, yang bahkan saya sendiri tak pernah berani berandai-andai mempunyai barang keluaran Apple, kini salah satu produknya berhasil saya miliki dengan usaha yang berasal dari hobi saya, nge-blog.


Ini bukan bermaksud membanggakan diri. Cuma memotivasi semua teman-teman untuk tidak selalu menengadahkan tangan ke orang tua. Banyak cara kok. Banyak juga kok cara membuat orang tua tersenyum, gak selalu dengan akademis yang bagus. Akhirnya, blog ini, blogtyo.com, bukan hanya sekedar menyalurkan hobi semata, namun juga mendatangkan iPad 2 ke tanganku.

Terima kasih Allah, Terima Kasih Ma, Terima Kasih Pa, Terima Kasih Teman-teman, tanpa kalian aku bukan apa-apa..



Ke Jakarta Ku Akan Kembali


Gema adzan maghrib seakan meramaikan langit kota ini. Kotayang kembali akan kutinggalkan setelah hampir 2 bulan aku berada disini. Kota dimana aku menghabiskan 9 tahun jatahusia. Kota dimana aku mengalami bahagia canda tawa masa kecil, kota dimana akubercumbu mesra dengan cinta monyet ala remaja yang baru puber, kota dimana akumerangkai harapan dan impian masa depan.


Di sekitarku,terdengar gelak tawa seorang ibu yang bersama teman seperibuannya. Anak-anakkecil yang berlarian sambil tertawa lepas mengelilingi ruangan. Seorang bapakyang keliatannya sedang berbicara di telpon dengan rekan bisnisnya. Sepertinyaia tidak sadar suaranya terlalu keras yang menyebabkan banyak calon penumpanggeleng-geleng kepala.

Ruang tunggubandara seakan menjadi ruang renunganku. Sudah kebiasaanku. Walaupun berada dikeramaian aku tetap mampu bermain-main dengan alam bawah sadar. Tiba-tibatersenyum manis saat teringat peristiwa menarik dan lucu di masa lampau,tersenyum simpul saat terbayang berbagai kejadian yang menyakitkan hati,menghela nafas saat semua kenangan itu terasa menyesakkan dada.

Masa lalu adalahsuatu keindahan, maka genggamlah masa lalu itu agar keindahan selalu mewarnaiharimu. Quote yang lupa darimana aku peroleh. Masa lalu adalah suatupembelajaran. Dimana hal-hal buruk yang telah terjadi tak perlu lagi kitaulangi kembali di masa depan. Karena itulah, masa lalu bukan dilupakan, tapidigenggam agar kita ingat bahwa dulu kita pernah merasakan hal yang manis ataupahit.

Semenjak akululus dari bangku SMA, ini kedua kali aku duduk sendiri di ruang tunggu bandaraini. Pertama saat aku berangkat sebagai mahasiswa baru dan yang kedua saat akuhendak memasuki tahun kedua. Berbeda dengan beberapa temanku yang mungkin tiap3 bulan sekali pulang-pergi seolah-olah jarak kota ini seperti Jakarta-Depok.

Setahun sebagaimahasiswa baru banyak merubah pola pikirku. Yaa, setidaknya suasana kuliah yangserba individu tak kurasakan di kampusku. Kebersamaan dan kekeluargaan begitukental sehingga aku tak terlalu merasa homesick.Tapi entahlah beberapa waktu ke depan.

Aku terhenyak,setahun disana sangat tak terduga. Banyak peristiwa yang tidak pernah samasekali kubayangkan. Peristiwa yang tentu membuat aku menjadi mahasiswa yangbisa bermasyarakat. Bukan mahasiswa yang sekedar menuntut ilmu dan berfoya-foyakarena merasa hidup bebas.

Aku berfoya-foya?Boro-boro. Untuk ke mall aja mikir-mikir,hehe.. Berpeluh keringat di kamarkosan walaupun sudah ada kipas angin menjadi suatu yang lumrah, berjalan kakike kampus selama 10 menit sudah rutinitas, kemana-mana naik trans Jakarta ataunaik kopaja, bersempit-sempitan di kereta commuterline menjadi hal yang biasa aku alami di awal dan akhir pekan, atau menahanlapar karena memang uang kiriman kalau dihitung memang cukup untuk makan 3 kalisehari selama 1 bulan.haha.. Untung aku masih punya saudara yang bisa akutumpangi makan untuk perbaikan gizi di akhir pekan

Hidupbersenang-senang gak perlu belajar, tapi hidup bersusah-susah itu perlubelajar. Itu nasihat ibuku yang selalu aku ingat sampai sekarang. Dengan uangkiriman yang ternyata lebih sedikit dibanding harga sewa kosan temanku perbulanbenar-benar mengajarkan aku hidup prihatin, hemat, serta sederhana namun tidakmalu-maluin. Ya inilah hidup, hidup aku di kota itu selama setahun terakhir.

Hup! Kuperbaikiposisi dudukku. Renunganku terpecah saat tiba-tiba pengeras suara mengeluarkanpengumuman. Ya itu panggilan buat para penumpang pesawat yang kutumpangi.Sebuah burung besi yang besar akan membawaku kembali ke tempat perjuanganmewujudkan harapan dan impian yang kurangkai dahulu. Kembali ke tempat yangbanyak mahasiswa daerah takutkan karena begitu cepat dan kerasnya kehidupandisana. Kembali ke kota yang kebaikan dan kejahatan jaraknya lebih tipis darisehelai rambut. Ke kota yang katanya metropolitan, sebenarnya lebih banyakperkampungannya. Kota yang telah kehilangan identitasnya dikarenakan begitubanyak suku yang berada di kota itu.

Bagaimanapun kotaitu, ke Jakarta ku kan kembali…  

Kami Cinta Indonesia, Wim


Indonesia 0 Bahrain 2.

Kenangan manis 4 tahun yang lalu di Piala Asia 2007 saatberhasil mengalahkan Bahrain 2-1 tidak bisa terulang kembali tanggal 6September 2011 di Stadion Utama Gelora Bung karno kemarin. Dukungan penontonyang memenuhi tribun ternyata tidak berhasil membantu timnas Garuda, malahpenonton menyebabkan permainan terhenti selama 15 menit.


Indonesia vs BahrainMenyalakan petasan di pertandingan sepakbola memangmelanggar peraturan FIFA. Tapi siapa yang salah? Penontonkah? Atau Panitia?

EPL adalah kompetisi yang menjadi role model pengelolaan professional. Masalah keamanan menjadi salahsatu bagian yang sangat diperhatikan. 3-4 jam sebelum pertandingan dimulai,lingkungan sekitar stadion langsung disterilisasi. Para penonton non anggotasangat sulit untuk bisa melewati penjagaan pasukan pengamanan. Hal inidilakukan untuk meminimalisir masuknya benda yang dilarang serta menghindarikerusuhan suporter yang sering terjadi di sekitaran stadion.

Dari penjelasan sudah bisa dilihat siapa yang harusnyaberubah. Perwakilan AFC sempat mengatakan percuma saja menurunkan 1500 orangpengaman pertandingan, kalau hanya menghalangi masuknya petasan saja tidakbisa.

Belum usai kekecewaan atas kekalahan beruntun di Pra PialaDunia 2014, seluruh penikmat tim nasional Indonesia dikejutkan dengan pernyataankeras Wim Rijsbergen seusai pertandingan. “it’snot my team!”
Publik semakin geram saat mengetahui Wim memaki para pemaintimnas Garuda di ruang ganti. “fuck youall, if you don’t play better in the second half. I will kick all of you out.” Kata-katayang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pelatih disaat tim sedangtertinggal.

Ternyata ini bukan pertama kali Wim berkata kasar kepadapemainnya. Saat masih menjadi asisten pelatih Trinidad & Tobago, Wim pernahbermasalah dengan eks kapten T&T , David Nakhid yang beragama Islam.Setelah Piala Dunia 2006, ia mengambil alih kursi kepelatihan Beenhacker. Iabanyak menorah protes dari klub-klub lokal Trinidad & Tobago karena Wimsering melontarkan pernyataan-pernyataan menyerang di media mengenai Liga Pro Trinidad& Tobago. Saat melatih PSM di LPI pun Wim pernah mengucapkan kata “Stupid” kepada para pemain PSM Makassar.

Pernyataan-pernyataan Wim selepas pertandingan melawanBahrain seolah menunjukkan dia ingin lepas dari tanggung jawab atas 2 kekalahantimnas Indonesia. Profesionalitas Wim menjadi pertanyaan. Seorang pelatihseharusnya menjadi pengayom dan pembangkit semangat saat tim sedang down. Jelastindakan seorang Wim sangat bertolak belakang.

“Biarkan saja sayayang menanggung beban ini, mereka hanya pemain.” Ucap Jose Mourinho usaiReal Madrid dikalahkan oleh Barcelona di Super Copa Espana. Pernyataan Mourinhomenunjukkan keberhasilan dan kegagalan tim adalah tanggung jawab para stafpelatih.

Ada sesuatu yang hilang dari staf pelatih timnas Indonesia.Kita lihat bagaimana di bench seorang Wim hanya sibuk berkutat dengan “kertasTTS-nya”, asisten pelatih yang lain sibuk melihat jam tangan serta hanyamenonton pertandingan. Meneer Wim puntampak tidak sering memberikan instruksi dari tepi lapangan, ia hanya sibukmondar-mandir dan kemudian duduk khusyuk sambil menulis pesanan makanan parapemain di kertasnya(bercanda :p), padahal para pemain di lapangan membutuhkanpengarahan dari tepi lapangan. Hal itu memperlihatkan di tingkat staf pelatihsaja komunikasi sudah tidak berjalan dengan semestinya.

Pernyataan Wim berbuntut panjang. 7-8 pemain menolak untukbermain lagi di timnas selama masih dilatih Wim. Alfred Riedl pun turutberkomentar, ia mengatakan Wim tidak pantas menjadi pelatih Indonesia.

Kemudian, banyak pihak menginginkan Alfred Riedl kembalimenjadi pelatih timnas Indonesia. Masyarakat rindu melihat timnas Indonesiabermain indah dan penuh semangat seperti di AFF Cup 2010. (Kalau mikir masalalu terus, kapan Move On nya? :p )


Secara permainan, timnas Indonesia seperti kehilangansengatan seperti piala AFF 2010 kemarin. Tidak tampak pola-pola serangan yangtertata rapi, transisi posisi yang terlambat, serta komunikasi pertahanan yangsangat buruk. Semangat juang garuda tidak seperti saat ditangani Coach Riedl.Saya tidak berani untuk membicarakannya terlalu luas karena masih banyak yanglebih berkompeten di bidang strategi ini.

Tentu kita masih ingat bagaimana dengan heroiknya Liverpoolmengalahkan AC Milan di final Liga Champions 2005. Tertinggal 3-0 di babakpertama, Liverpool tampil luar biasa di sisa pertandingan dan berhasil menangmelalui adu pinalti.

Dibalik kesuksesan luar biasa itu, ternyata pelatihLiverpool kala itu, Rafa Benitez mengucapkan kata-kata magis saat di ruangganti. “Jangan pernah tundukkan kepalakalian. Kita Liverpool. Kalian bermain untuk Liverpool. Jangan Lupakan itu.Kalian harus tetap menegakkan kepala kalian untuk suporter. Kalian harusmelakukannya untuk mereka. Kalian tak pantas menyebut kalian pemain Liverpoolkalau kepala kalian tertunduk. Kalau kita menciptakan beberapa peluang, Kitaberpeluang untuk bangkit dalam pertandingan ini. Percayalah kalian mampumelakukannya. Berikan kesempatan buat kalian untuk keluar sebagai pahlawan.Lakukan dan kalian akan tertulis harum di dalam sejarah. Sekarang atau tidaksama sekali.”

Sepakbola Indonesia saat ini mungkin telah mencapaiklimaksnya. Alfred Riedl beserta pasukannya telah berhasil menghipnotis kembalimasyarakat Indonesia untuk mengandrungi tim garuda. Jangan sampai, segalakeeuforiaan, harapan tinggi, serta semangat yang besar ini berakhirantiklimaks.

Wim sudah  berhasilmenerapkan strateginya di Indonesia, ya strategi “Devide et Impera”.

Iran,Bahrain, Qatar bukanlah Jerman, Italia, Brazil yang hampir tidak mungkin dikalahkan.Tetapi sayangnya, kita bukanlah Spanyol… apapun itu kami, seberapa buruknya kami, kami cinta indonesia, Wim. Jangan rendahkan harga diri para pahlawan lapangan kami..

in Arsene We Trust: Secercah Harapan Arsenal di Ambang Kehancuran



Manchester United vs Arsenal
Theo Walcott menempatkan bola di sela-sela kaki David De Gea sesaat sebelum wasit Howard Webb mengakhiri babak pertama. Gol yang sebenarnya memberi sebuah harapan bagi Arsenal untuk mendapatkan sesuatu pada babak kedua.
Tapi seiring dengan gol keempat, kelima, keenam, ketujuh, dan diakhiri tendangan lengkung Ashley Young ke gawang Wojciech Szczesny, membuat Arsenal terdiam.

Menurut Mirror Football, pemain-pemain Arsenal sudah pasrah bila mendapatkan hairdryerdari Wenger, namun sang profesor kehilangan kata-kata. Ruang ganti tim tamu di Old Trafford membisu.
Arsenal kalah 8-2 dari Manchester United. Dua rival utama gelar liga domestik jauh sebelum Roman Abramovich datang di Chelsea dan Sheikh Mansour membuat kerajaan baru di Eastlands.
Dalam sejarah Premier League, setiap tim yang kebobolan delapan gol atau lebih identik dengan jurang degradasi. Ipswich Town, Sheffield Wednesday, dan Wigan. Namun kini Arsenal merasakannya.
Sir Alex Ferguson pun sampai mengatakan, “Anda tak ingin mencetak gol lebih banyak lagi (ke gawang Arsenal),”
Sebuah kalimat yang menunjukkan bagaimana seorang Ferguson pun tak menyangka kapal Arsenal karam begitu mudah di luar perkiraan. Ferguson menyukai Arsenal, dengan segala romantisme dan persaingan akhir 90an hingga pertengahan 2000an.
Ferguson menikmati rivalitasnya dengan Wenger, sejak kedatangan orang Prancis itu dari Jepang. Filosofi pemain muda ala Wenger, juga dianut oleh Ferguson.
Manchester United vs Arsenal
Banyak tim yang bisa dijadikan lumbung gol oleh Ferguson, seperti Ipswich, tapi Ferguson pun “tak tega” timnya menang lebih dari delapan gol menghadapi Wenger.
Skor akhir menunjukkan segalanya. United yang superior. Arsenal yang krisis serta hilangnya mental juara Arsenal. Faktanya, Wenger memasukkan pemain belia Alex Oxlade-Chamberlain saat skor menunjukkan 5-1 dan Henri Lansbury dimasukkan ketika United leading 7-2.
Rata-rata usia pemain Arsenal di starting lineup adalah 23 tahun, sama dengan United. Namun Arsenal mengalami krisis “kedalaman pemain” dalam skuadnya. Arsenal sedang membangun masa depan. Tapi masa depan United adalah sekarang.
Wenger sempat mengatakan bahwa sulit bermain ketika delapan pemain inti absen. Namun United pun demikian. Vidic dan Rafael cedera. Rio Ferdinand dan Fabio telah pulih tapi mulai sulit menggeser Jones dan Smalling di posisi back four. Chicharito yang baru pulih dimainkan mulai pertengahan babak pertama hanya karena Welbeck cedera hamstring.
Arsenal belum pernah kalah dengan kebobolan delapan gol sejak abad ke-19. Terakhir kali Arsenal kemasukan delapan gol adalah tahun 1896, saat masih bernama Woolwich Arsenal, kalah 0-8 dari Loughborough di divisi dua. Itu terjadi 115 tahun lalu, ketika Wilhelm Rontgen menemukan sinar X dan Olimpiade modern pertama kali digelar di Athena.
Manchester United vs Arsenal


Carl Jenkinson menambah alasan frustasi Wenger ketika mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran pada Chicharito. Tentu, bagi pemain muda seperti Jenkinson yang sebelumnya hanya bermain di tim amatir Eastbourne Borough dan Welling, sulit menghadapi tekanan tinggi atmosfer Old Trafford.
Setelah memberikan kejutan di akhir transfer windows, Rabu, 31 Agustus. Nama-nama seperti Yossi Benayoun, Mikel Arteta, Per Metesecker, bek Fenerbahce asal Brasil, Andre Santos, hingga pemain AS Monaco dari Korsel, Park Chu-Young, berhasil didatangkan dan sangat diharapkan bisa memenuhi harapan Gooners.
Yang menarik, menurut statistik Opta, dalam 20 tahun sejarah Premier League, belum ada tim yang bisa finish di peringkat empat besar ketika tim tersebut belum pernah menang dalam tiga laga awal musim.

Manchester United vs Arsenal 8-2
“In Arsene We Trust. Who Knew Nasri or Fabregas 4 Years Ago?” Itulah tulisan pada spanduk yang dibawa fans Arsenal di Old Trafford, Minggu (28/8). Kepercayaan yang masih dipegang oleh para gooners kepada Wenger.

Musim yang berat untuk Arsenal baru dimulai setelah Young mencetak gol ke delapan ke gawang Szczesny di Old Trafford…

Setelah Minta Maaf, Beri Juga Maafmu


Bagi umat muslim, lebaran adalah sarana untuk saling meminta maaf. Walaupun sering diikuti acara makan-makan, namun makan bersama semata hanya sebagai simbol kedekatan dan ucapan syukur bahwa telah melewati ujian menahan hawa nafsu selama sebulan penuh. Tapi makan-makan bukan inti dari berlebaran tentunya. .


Masih banyak yang berlebaran tidak dengan makan enak sampai kenyang, hanya dengan sepotong singkong dan segelas air putih mungkin. Tapi suasana lebaran tetap indah di mata mereka. Lalu ada kawan yang sering bertanya: Pantaskah merayakan lebaran ketika  bulan puasa tidak dituntaskan?

Pantaskah seseorang bersorak-sorai kemenangan, padahal ia tak mampu menuntaskan Ramadhan yaitu menahan hawa nafsu, menang atas hawa nafsu (bukan sekedar soal makan minum)? Tentu semua punya pendapat masing-masing. Yang pasti, secara makna maka Idul Fitri adalah hari kemenangan.

Idul Fitri memang puncak kemenangan. Kemenangan bagi mereka yang pernah merasakan “susah”nya berpuasa. Pernah mengalami pahitnya menderita. Yang pernah terbelenggu dendam dan amarah. Yang jangankan membuka pintu pengampunan atas orang yang bersalah padanya, tapi bahkan memberi secuil maaf pun ia tak mau. Jadi merayakan lebaran, harusnya membuka tangan kita lebar-lebar dalam memberi maaf. Dan lagi, bukan hanya bisa meminta maaf, tapi juga sanggup memberi maaf.


Sudahkah kita meminta maaf….?
Sudahkah kita juga memberi maaf……?
Semoga.

Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin...

Berkibarlah Bendera Merah Putih




17 Agustus 2011. Tepat 66 tahun usia proklamasi negeri
zamrud khatulistiwa. Berbagai cerita romantisme masa lalu tiba-tiba bermunculan
kembali.





‘Bangsa yang akan menguasai perdagangan dunia,’ tulis
National Geographic edisi tahun 1955, tepat 10 tahun proklamasi Indonesia saat
itu.







Itu dulu...





17 Agustus tahun
ini tepat pada saat umat islam di Indonesia sedang berpuasa. Jadi tidak dapat
kita lihat beberapa seremonial khas milik rakyat, seperti panjat pinang, lomba
makan kerupuk,serta lomba-lomba lainnya. Tapi ada satu yang menarik perhatian
saya, Pengibaran bendera Merah Putih di rumah-rumah warga.







Bendera Merah
Putih sebenarnya  sudah berkibar saat
konggres Sumpah Pemuda tahun 1928, namun saat itu bendera Merah Putih belum
diakui karena negara kita belum dianggap ada oleh dunia internasional.





Bendera Merah
Putih yang dikibarkan saat proklamasi tahun 1945 dijahit oleh istri Bung Karno,
Fatmawati. Oke, itu hanya intermezo belaka.





*****





’Jangan teriak
merdeka kalau belum pasang bendera Merah Putih di depan rumah,’ tulis saya di
akun twitter saya pada tanggal 16 Agustus 2011.





’Aku belum masang
bendera, berarti aku gak boleh teriak merdeka ya? Jadi Cuma sebatas bendera ya?’
balas teman saya menanggapi tweet saya sebelumnya.





’Kami akan takut
pada umat muslim bila solat subuh mereka seramai solat jum’at,’ ucap pemuka
agama yahudi.





Oh, jadi cuma
sebatas solat subuh kualitas keimanan umat muslim? Tentu tidak, tapi pasti ada
alasan tertentu mengapa solat subuh menjadi patokan dasar kualitas muslim yang
akan ditakuti dunia dan mengapa memasang bendera Merah Putih menjadi patokan
dasar merdeka.





Lho kok
dihubung-hubungkan dengan agama?





Memangnya kenapa?
Bukankah agama merupakan pedoman dasar dari segala masalah di muka bumi ini?





Terhitung 1
September 1945, bendera Merah Putih wajib berkibar diseantero negeri ini. Gerakan
pengibaran sang Saka pun menyebar luas di Surabaya. Namun pada sore hari, 18
September 1945 sekelompok orang Belanda menaikkan bendera Belanda di puncak
gedung hotel Yamato, Surabaya.







Keesokan harinya,
para pemuda surabaya berusaha menurunkan bendera Belanda. Sempat melalui
diskusi, namun pihak Belanda menolak menurunkan benderanya. Akhirnya para
pemuda berebut menaiki tiang bendera di puncak gedung hotel, menurunkan bendera
Belanda, merobek bagian birunya, dan kemudian mengibarkan kembali bendera
tersebut.





Kini, disaat
negara kita telah merdeka kita malah enggan mengibarkan bendera Merah Putih.
Dengan berbagai alasan kita membela diri mengapa kita tidak mengibarkan bendera
tersebut. Padahal mengibarkan bendera Merah Putih adalah sebuah perwujudan yang
sangat kecil betapa kita menghargai para pahlawan bangsa dan betapa kita mencintai
negeri ini. Kalau yang kecil saja kita tidak melakukan, bagaimana hal lain? Peduli
apa?





*****





’Visca El Barca! Visca Catalonia!,’
teriak para pemain Barcelona
ketika seremoni penutupan musim 2010/2011. Carlos Puyol dan Xavi tetap mengibarkan bendera
Catalonia (merah kuning) saat kemenangan di piala dunia.Dan saat pesta
Barcelona juara liga Spanyol dan liga Champion di Nou Camp, Iniesta dan xavi
membuat diri mereka penuh dengan bendera dan lambang Catalonia, Pep Guardiola
sendiri mengikat trophy Liga Champion dan trophy juara liga Spanyol dengan
bendera Catalonia.





Bendera Catalonia benar-benar menjadi sebuah simbol
perlawanan bangsa Catalonia kepada bangsa Spanyol. Kenapa? 
Padahal itu Cuma sebatas bendera, mengapa repot-repot dipasang? Bukan begitu sobatku?


 





’Kepada bendera Merah Putih, Hormat Graak !!’


Seiring dengan lagu Indonesia Raya, semua peserta
upacara hormat kepada sang Saka.





’duh lama banget sih, panas tau,’ gumam siswa A.


’Tau nih, mana kaki gue udah pegel lagi,’ jawab
siswa B.


’Gak ngerti ya orang lagi puasa, cepetan dong gerek
benderanya,’ tambah siswa C.





Sementara di luar pagar, tampak seorang kakek
dengan tongkat dan pakaian seperti purnawirawan mendongak melihat sang Saka
menuju ujung tiang.





’Alhamdulillah, perjuanganku dulu bersama
teman-teman kini ”SANGAT DIHARGAI’ oleh para penerusku. Meski aku harus
kehilangan sebelah kakiku.’





Tiba-tiba terdengar suara anak kecil.


’Kek, kakek kenapa menangis....?’





Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari
Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang
menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan
pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor
perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.


-Pasal 7 UU No. 24 Tahun 2009-





Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira...













Bu, Jangan Rasis dong..




Gelak tawa seisi kelas meledak setelah guru sejarah SMA kami
mengatakan,’Jangan jadi seperti orang jawa yang hanya bisa ngomong nggeh dalem,
gara-gara itu bangsa kita dijajah Belanda 3,5 abad lamanya.’




Saya langsung merasa jadi bahan olokan saat itu. Saya adalah
keturunan Jawa. Ayah saya Jawa timur, Ibu saya Sunda, namun telah lama tinggal
di Jawa Timur. Sanak keluarga pun banyak berada di Jawa Timur. Dengan keadaan
seperti itu, tidak heran tatakrama serta kebiasaan orang Jawa melekat pada diri
saya.







Saat itu saya sedang belajar di salah satu SMA favorit di
kota Pekanbaru, Riau. Pernyataan itu dikemukakan oleh guru sejarah SMA saya
yang bersuku Melayu, yang notabene dikenal dengan suku yang lebih suka mengurus
diri sendiri dan cangkrukan di warung kopi pada jaman dahulu (atau jaman
sekarang pun masih?)





Sudahlah, masalah suku sangat sensitif untuk diperbicangkan.
Sesensitif pembicaraan tentang agama.





‘Lho, kenapa bawa-bawa agama?’ Pasti banyak orang akan
berkata begitu. Nah, bukankah agama merupakan pondasi dari segalanya?





Masalah yang saya tulis di artikel Bangsa Lupa Bangsanya
hanyalah seupil masalah bangsa kita.





Banyak dari kita sekolah tinggi-tinggi, meraih berbagai
gelar. Kemudian memiliki berbagai kemampuan kepemimpinan yang kini sedang
populer dipelajari.





Ibarat sebuah gedung megah yang ternyata tidak memiliki
sebuah pondasi yang sangat kuat, lambat laun gedung tersebut akan rusak dan
rubuh.





Menurut kamu, apa sebuah pondasi dasar bagi seorang manusia?
Walaupun kita berbeda-beda keyakinan, pasti kita pernah diajari bahwa Agamalah
pondasi manusia dan agama jugalah yang akan menuntun kita menuju kebenaran.





*****





‘Kalau gak ada orang Jawa, bangsa ini gak bakal merdeka,’
bela papa saya begitu saya ceritakan perihal pernyataan rasis itu.





‘Tanpa kehadiran orang Jawa, Batak, dan Minang, Riau ini
hanya akan menjadi hutan dengan minyak dibawahnya yang menjadi buruan para
pemerah kekayaan alam bangsa ini,’ ucap papa saya.










Sementara para suku asli asyik berkomentar dan mengopi di
warung kopi favorit, para pendatang terus membuka lahan, mengambil kekayaan
alam Riau, serta membangun Riau demi kelancaran bisnis mereka. Para suku asli
baru menyadari mereka diperah ketika cadangan minyak di Riau mulai menipis.
Ketika jalan di ibukota propinsinya mulai bagus. Ketika hutan mereka telah
gundul. What were you doing before ?





*****





‘Saya cuma dapet THR Rp7.000,- tahun ini,’ ucap salah satu
abdi dalem keraton Yogyakarta.





‘THR baru 2 tahun belakangan ini diberikan, sebelumnya tidak
ada.’





‘Ini pengabdian. Niatnya murni mengabdi dan ikhlas.’





Menjadi abdi dalem bukan karena uang pemberian keraton.
Mereka mengaku mendambakan berkah dari tuhan sebab pengabdian itu mebutuhkan
keikhlasan dan niat baik dari dalam diri sendiri.





‘Selami 31 taon kulo ngabdi wonten keraton mriki, kulo
ngeraosaken tentrem ing pengayuh.’


Selama 31 tahun mengabdi, salah satu abdi dalem mengatakan
ia merasakan ketentraman di hati.





Dear bu guru sejarahku, adakah dari keturunanmu atau dari
sukumu yang bisa melakukan hal yang sedemikian ikhlasnya? Kami terbiasa membantu
teman/saudara dengan hati ikhlas tanpa pertimbangan rugi untung yang kami
dapatkan dari itu. Kami orang Jawa masih memiliki rasa persaudaraan dan
kebaikan hati yang malah terkadang kalian salah gunakan.





Apa anda masih mengatakan nggeh dalem itu sebagai tanda
ketololan orang jawa?










berbeda namun satu








Andai anda tahu bu guru yang saya hormati, nggeh dalem itu
lebih kepada rasa hormat dan sopan santun yang sangat tinggi yang mungkin tidak
ada padanan katanya di tata krama anda. Sangat disayangkan seorang guru yang
harusnya mengajarkan sesuatu yang baik, malah lebih menyalahkan satu suku yang
menyebabkan kita dulu dijajah.





Sudahlah, cukup. Jangan sampai pembahasan berbau rasis ini
menjalar kemana-mana.


Bukankah kita memang tercipta laki-laki dan wanita dan
menjadi suku-suku bangsa yang pasti berbeda? Bukankah kita memang harus saling
mengenal dan menghormati? Bukankah begitu bu guru?

 
hostgator coupon